SEMBIRING, VENIKA APRILIA and Ananingsih, Sri Wahyu and Triyono, Triyono (2016) PERKEMBANGAN PEWARISAN MASYARAKAT ADAT BATAK KARO DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA. _075 PDT 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (524kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - abstrak.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (222kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (214kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (456kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (91kB) |
|
|
Text
075 VENIKA APRILIA SEMBIRING - dapus.pdf Download (115kB) |
Abstract
Pewarisan masyarakat adat Batak Karo adalah pewarisan menurut sistem kekerabatan patrilineal. Hal ini terjadi karena kawin jujur dalam perkawinan Batak Karo, dengan kata lain ketika seorang perempuan Batak Karo sudah menikah maka dia akan masuk ke dalam klan suaminya, maka dari itu perempuan Batak Karo tidak berhak mewaris. Pewarisan seperti itu nyatanya tidak dapat dipertahankan secara penuh sampai pada saat ini, perempuan Batak Karo tidak tinggal diam dengan kedudukannya yang diperlakukan tidak adil. Perempuan Batak Karo mulai menuntut haknya, dan apabila tuntutannya tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perempuan Batak Karo menuntut haknya melalui pengadilan. Hal itu dilatar belakangi oleh lahirnya Putusan MA tahun 1961. Maka dari itu diperlukan penelitian untuk melihat bagaimana dampak putusan MA tahun 1961 tersebut terhadap perkembangan pewarisan masyarakat adat Batak Karo.
Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, yaitu pendekatan yang dipergunakan untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer di lapangan, atau terhadap masyarakat dengan cara wawancara. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan perkembangan pewarisan masyarakat adat
Batak Karo dilatar belakangi oleh dikeluarkannya putusaan MA No.179/Sip/1961 yang menyatakan kedudukan anak laki-laki dan perempuan sama dalam pembagian harta warisan. Selain putusan MA tersebut perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung, antara lain faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor agama dan faktor imigrasi. Perkembangan ini sebagian besar dapat diterima masyarakat adat Batak Karo dalam hal anak perempuan mewaris, tetapi dalam hal janda mewaris belum dapat
menerima.
Kata Kunci : Perkembangan Pewarisan Batak Karo
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkembangan Pewarisan Batak Karo |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 01:44 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 01:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63422 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
