Irwan, Hensi Novelly and Sukirno (2023) PEWARISAN HARTA PUSAKO TINGGI PADA KELUARGA YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN PEREMPUAN DALAM ADAT MINANGKABAU. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
COVER- HALAMAN PERSETUJUAN.pdf Download (185kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
KATA PENGANTAR -PERNYATAAN.pdf Download (193kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (216kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (175kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (409kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (494kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (701kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (682kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (182kB) |
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap fenomena suatu keluarga yang tidak memiliki keturunan perempuan untuk mewaris harta pustaka tinggi. Hal ini tidak sejalan dengan hukum adat Minangkabau yang mengharuskan harta pusaka tinggi diwarisi oleh kemenakan perempuan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah prosedur peralihan hak atas harta pusaka tinggi pada keluarga yang tidak memiliki keturunan perempuan pada suku Minangkabau; (2) Bagaimana peran Notaris/PPAT dalam proses peralihan hak atas harta pusaka tinggi pada keluarga yang tidak memiliki keturunan perempuan pada suku Minangkabau. Metode penedekatan yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, untuk melihat bekerjanya hukum di masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan pihak terkait. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif analitis. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan sebagai berikut: (1) Prosedur peralihan hak atas harta pusaka tinggi pada keluarga yang tidak memiliki keturunan perempuan dilakukan secara alternatif berjenjang, artinya jika salah satu alternatif dalam jenjang tertentu sudah dipilih maka cara yang lain tidak diperlukan. Ada tiga alternatif yaitu betali buek, hibah, dan mememinta bantuan KAN (Kerapatan Adat Nagari); (2) Peran notaris/PPAT dalam proses peralihan hak atas harta pusaka tinggi pada keluarga yang tidak memiliki keturunan perempuan adalah bersifat pembantuan, artinya membantu mengikuti kehendak dari para penghadap dengan membuatkan SKW (Surat Keterangan Waris) dan memproses peralihan dan pendaftaran hak harta pusaka tinggi yang berujud tanah. Secara umum dapat disimpulkan bahwa seiring perjalanan zaman, jika dalam suatu keluarga tidak mempunyai kemenakan perempuan, maka pewarisan harta pusako tinggi tidak dilakukan menurut hukum adat tetapi dengan kesepakatan seluruh anggota keluarga dengan cara menjual harta pusaka tinggi kemudian dilanjutkan dengan pewarisan.
Kata Kunci : Pewarisan, Harta Pusako Tinggi, Keturunan Perempuan, Minangkabau.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 02:53 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 02:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63373 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
