Pesik, Andrea Natalia and Yunanto (2023) PELAKSANAAN POLIGAMI BAGI MEREKA YANG BERAGAMA HINDU DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI SINGARAJA. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1.cover.pdf Download (250kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. Surat pernyataan.pdf Download (148kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. abstrak.pdf Download (128kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4. daftar isi.pdf Download (114kB) |
|
|
Text (BAB I)
5. bab I.pdf Restricted to Repository staff only Download (330kB) |
|
|
Text (BAB II)
6. bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (293kB) |
|
|
Text (BAB III)
7. bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (337kB) |
|
|
Text (BAB IV)
8. bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (128kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. daftar pustaka.pdf Download (140kB) |
Abstract
ABSTRAK
PELAKSANAAN POLIGAMI BAGI MEREKA YANG BERAGAMA
HINDU DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI SINGARAJA
Indonesia menganut asas Monogami, yaitu dimana seorang laki-laki hanya diperbolehkan memiliki seorang istri begitupun sebaliknya. Namun terdapat kemungkinan suami dapat berpoligami apabila memenuhi syarat-syarat yang telah di tentukan oleh Undang-undang. Namun pada kenyataanya, dengan kurangnya pemahaman mengenai syarat dan pengajuan permohonan maka masyarakat tidak melakukan tindakan poligami dengan prosedur yang benar. Apabila tidak dilakuakan sesuai prosedur yang benar, maka dikhawatirkan akan
menimbulkan kerugian baik secara material maupun immaterial kepada pihakpihak tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri Singaraja memutuskan memberikan izin untuk berpoligami, mengetahui tata cara pelaksanaan poligami di Pengadilan Negeri Singaraja dan mengetahui tindakan poligami dalam masyarakat yang beragama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis-sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis serta teknik pengumpulan data studi lapangan dan kepustakaan. Poligami dapat dilakukan di dalam ajaran Hindu dengan maksimal ketentuan empat kali pernikahan. Hal ini tercantum dalam ajaran Catur Asrama
dalam fase Brahmacari Asrama. Dalam ajaran hindu yang menganut sistem patriarki maka anak laki-laki sangat di pandang sebagai sesuatu yang berharga. Sehingga berpengaruh terhadap tindakan poligami, sesuai data Pengadilan Negeri Singaraja, alasan utama poligami adalah tidak adanya anak laki-laki dalam suatu pernikahan dan istri yang tidak dapat menjalani kewajibannya sebagaimana mestinya. Dalam hal untuk mengajukan permohonan poligami, pihak yang berwenang dilihat dari kepercayaan suami dan istrinya tersebut.
Apabila muslim maka akan diadili di Pengadilan Agama sedangkan non muslim akan diadili di Pengadilan Negeri.
Kata Kunci: Praktek Peradilan, Poligami Hindu, Agama Hindu dan Pengadilan Negeri
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 03:13 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63329 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
