Astuti, Widi and Yunanto (2026) HAK ANAK BAWAAN (ANAK TIRI) TERHADAP HARTA BERSAMA (STUDI DI PENGADILAN AGAMA AMBARAWA PUTUSAN NOMOR 2007/PDT.G/2023/PA.AMB). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. HALAMAN COVER-PENGESAHAN.pdf Download (251kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. PERNYATAAN-KATA PENGANTAR.pdf Download (287kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
3. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (241kB) |
|
|
Text (BAB I)
4. BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (479kB) |
|
|
Text (BAB II)
5. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (371kB) |
|
|
Text (BAB IV)
6. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (192kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (231kB) |
|
|
Text (TESIS 2026)
Widi Astuti Tesis lengkap 2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Perkawinan melahirkan akibat hukum yang signifikan yaitu berupa harta bersama yang diperoleh selama ikatan perkawinan. Pengaturan mengenai pembagian harta bersama ini belum diatur secara rinci mengenai posisi anak bawaan. Putusan Pengadilan Agama Ambarawa Nomor 2007/Pdt.G/2023/PA.Amb menjadi kasus krusial yang mencerminkan penemuan hukum baru (Rechtvinding) hakim, mengintegrasikan norma Kompilasi Hukum Islam dengan fakta persidangan untuk menyeimbangkan kepastian hukum dan keadilan. Hal tersebut diperlukan untuk menggali kesenjangan antara norma (das sollen) dan praktik (das sein), termasuk faktor sosiologis serta pengaruhnya terhadap hak anak bawaan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah meneliti sejauh mana anak bawaan memiliki hak terhadap harta bersama orang tuanya, serta bagaimana pertimbangan hukum dan putusan majelis hakim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hak waris anak bawaan (anak tiri) terhadap harta bersama orang tuanya, serta menilai pertimbangan hakim dalam putusan Pengadilan Agama terkait hak waris anak bawaan, serta mengevaluasi kesesuaian antara norma hukum dan praktik peradilan agama. Kajian penelitian mencakup konsep anak bawaan, harta bersama, hak dalam Hukum Islam, penerapan teori kredo, teori keadilan, dan teori kepastian hukum, untuk memahami pertimbangan hakim dan implementasi hak anak bawaan dalam praktik peradilan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diambil dari dokumen putusan PA Ambarawa dan wawancara dengan hakim serta data pendukung yaitu peraturan, KHI, buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Analisis dilakukan secara kualitatif untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukan anak bawaan (anak tiri) dari istri pewaris tidak termasuk ahli waris sah terhadap ayah tirinya (pewaris) karena tidak mempunyai hubungan nasab, sehingga tidak berhak mendapat waris secara langsung atas harta bersama dari perkawinan baru orang tuanya. Warisnya terbatas pada bagian orang tua kandung setelah pemisahan harta bersama sesuai KHI, anak tersebut bisa saja mendapatkan harta bagian melalui hibah atau wasiat dari pewaris. Putusan Pengadilan Agama Ambarawa membagi harta waris menjadi dua bagian setara: ½ untuk istri pewaris (cerai mati) dan ½ untuk ahli waris (anak kandung serta istri), menempatkan anak bawaan sebagai penerima dari orang tua kandung saja. Penerapan KHI ini mencerminkan keseimbangan kepastian hukum dan keadilan proporsional. Pewaris sebaiknya membuat wasiat atau hibah di hadapan pejabat yang berwenang agar untuk menghindari sengketa pembagian harta bersama, serta majelis hakim dalam memutus perkara harus konsisten dan berpedoman pada aturan hukum yang berlaku.
Kata Kunci: Anak Bawaan; Harta Bersama; Hak; Pengadilan Agama.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 09:24 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 09:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63318 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
