Cahyarani, Verina Rahma and Priyono, Ery Agus (2026) IMPLEMENTASI ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK DAN ASAS ITIKAD BAIK SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PARA PIHAK DALAM PERJANJIAN WARALABA (Studi Perbandingan antara Perjanjian Franchise Es Teler 77 dan Perjanjian Franchise Kopi Nusantara X Sib-Sib Premium Thai Iced Tea). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1.Cover - Pengesahan.pdf Download (253kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN)
2.Pernyataan.pdf Download (97kB) |
|
|
Text (KATA PENGANTAR)
3.Kata Pengantar.pdf Download (144kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
4.Abstrak.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
5.Daftar Isi.pdf Download (46kB) |
|
|
Text (BAB I)
6.Bab I.pdf Restricted to Repository staff only Download (286kB) |
|
|
Text (BAB II)
7.Bab II.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) |
|
|
Text (BAB III)
8.Bab III.pdf Restricted to Repository staff only Download (667kB) |
|
|
Text (BAB IV)
9.Bab IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (47kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10.Daftar Pustaka.pdf Download (180kB) |
Abstract
ABSTRAK
Perjanjian franchise menjadi salah satu sarana bisnis yang banyak digunakan di Indonesia karena menawarkan suatu perluasan usaha yang cepat dengan risiko yang lebih terukur. Perjanjian franchise pada praktiknya seringkali disusun sepihak oleh franchisor, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan posisi para pihak. Hal ini, terdapat pada perjanjian franchise Es Teler 77 dan Kopi Nusantara X Sib-Sib Premium Thai Iced Tea bahwa adanya beberapa ketentuan kontrak yang menunjukkan dominasi franchisor, khususnya terkait hak dan kewajiban, standar operasional serta mekanisme pengakhiran perjanjian. Kondisi tersebut menyebabkan urgensi untuk menilai bagaimana asas kebebasan berkontrak dan asas itikad baik diterapkan dalam kedua perjanjian tersebut serta bagaimana perlindungan hukum diberikan kepada franchisee sebagai pihak yang cenderung lebih lemah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teori yang digunakan meliputi Teori Keadilan dan Teori Perlindungan Hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas kebebasan berkontrak belum optimal karena ruang negosiasi franchisee terbatas, sementara asas itikad baik belum tercermin secara penuh dalam penyusunan klausul perjanjian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlunya penguatan pada perlindungan hukum yang lebih konkret melalui klausul yang proporsional, mekanisme penyelesaian sengketa yang adil serta transparansi hak dan kewajiban agar perjanjian franchise memberikan keseimbangan bagi kedua belah pihak.
Kata Kunci: Perjanjian Franchise; Asas Kebebasan Berkontrak; Asas Itikad Baik; Perlindungan Hukum.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 05:46 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 05:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63315 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
