Savita, Salsa Rima and Mahfud, Muh. Afif (2026) FORMULASI TANGGUNG JAWAB NOTARIS PENGGANTI TERHADAP AKSES AKUN KENOTARIATAN DIGITAL DI INDONESIA. Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
SURAT PERNYATAAN.pdf Download (736kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (730kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (911kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (955kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (764kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Download (785kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (738kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (823kB) |
Abstract
ABSTRAK
FORMULASI TANGGUNG JAWAB NOTARIS PENGGANTI TERHADAP AKSES AKUN KENOTARIATAN DIGITAL DI INDONESIA
Transformasi sistem kenotariatan ke arah digital melalui platform AHU Online dan e-Notaris merupakan respons terhadap tuntutan efisiensi pelayanan publik dan perkembangan teknologi informasi di Indonesia.
Akun digital yang melekat pada identitas personal notaris kini menjadi representasi kewenangan jabatan dalam ruang siber, di mana setiap tindakan digital memiliki akibat hukum yang setara dengan tindakan fisik. Namun, digitalisasi ini menimbulkan persoalan normatif ketika notaris berhalangan tetap atau sementara dan menunjuk notaris pengganti, karena regulasi yang ada hanya mengatur pelimpahan jabatan secara fisik tanpa menyentuh aspek pelimpahan akses akun digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan konseptual dengan bertumpu pada Teori Sistem Hukum Lawrence M.
Friedman dan Teori Pertanggungjawaban untuk menganalisis
kekosongan norma serta batas tanggung jawab hukum notaris
pengganti. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: pertama,
bagaimana kelemahan regulasi terkait tanggung jawab hukum notaris pengganti dalam penggunaan akun kenotariatan digital; kedua, bagaimana bentuk potensi penyalahgunaan kewenangan oleh notaris pengganti melalui akses akun tersebut; dan ketiga, bagaimana formulasi pengaturan tanggung jawabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan akun pribadi notaris tetap oleh notaris pengganti tanpa mekanisme otorisasi yang sah menimbulkan ketidakpastian tanggung jawab dan risiko loss of traceability jika terjadi kesalahan atau penyalahgunaan data. Kondisi ini berpotensi mengaburkan identitas pelaku tindakan hukum dan melemahkan keabsahan akta serta perlindungan data pribadi para pihak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi melalui formulasi mekanisme sub-akun atau akun
jabatan sementara bagi notaris pengganti guna menjamin autentikasi, akuntabilitas digital, dan kepastian hukum dalam ekosistem cyber notary .
Kata Kunci: Notaris Pengganti, Akses Akun Digital, Tanggung Jawab Hukum, AHU Online, Akuntabilitas Digital.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 04:25 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 04:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63304 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
