Kristiani, Amanda and Ngestiningsih, Dwi (2026) HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN HEMOGLOBIN SERUM DENGAN SKOR DEPRESI (GERIATRIC DEPRESSION SCALE – 15) PADA LANJUT USIA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (142kB) |
Abstract
Latar Belakang: Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mengalami peningkatan selama lebih dari satu dekade. Lansia memiliki beberapa problem kesehatan, salah satunya adalah depresi. Depresi pada lansia merupakan masalah yang signifikan dan sering kali tidak terdeteksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi depresi pada lansia meliputi berbagai aspek biologis, psikologis, dan sosial. Lansia cenderung rentan mengalami defisiensi vitamin D dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar vitamin D dan hemoglobin serum dengan depresi pada lansia.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan pada subjek lanjut usia (usia ≥ 60 tahun) di Posyandu Lansia Pasadena, Semarang. Kadar vitamin D dan hemoglobin diukur dengan menggunakan sampel darah vena. Depresi dinilai dengan kuesioner Geriatric Depression Scale-15. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kadar vitamin D dan kadar hemoglobin terhadap skor depresi. Analisis multivariat dilakukan menggunakan uji Regresi Linear untuk mengetahui apakah variabel tetap memiliki signifikansi hasil apabila dianalisis secara bersama-sama dengan variabel lainnya. Signifikan apabila p<0.05
Hasil: Berdasarkan 67 subjek lansia (usia rerata 64.36 ± 3.54 tahun), 92.5% adalah lansia muda, jenis kelamin didominasi perempuan (59.7%). Median kadar vitamin D 18.7 (4.8-51.3) ng/mL. Secara keseluruhan, 89.6% dari subjek memiliki kadar vitamin D tidak normal, sedangkan 10.4% sisanya memiliki kadar vitamin D normal. Median kadar Hb 13.7 (11-18.3) g/dL. Secara keseluruhan, 11.9% dari subjek mengalami anemia, sedangkan 88.1% sisanya memiliki kadar hemoglobin normal. Sebanyak 14 % subjek lansia tidak memiliki depresi, didominasi usia lansia muda (71.4%) dan jenis kelamin perempuan (57.1%). Terdapat tren bahwa semakin rendah vitamin D, skor depresi cenderung naik, namun hubungan ini sangat lemah dan tidak mencapai ambang signifikansi statistik (p = 0.168, r = 0.17). Analisis uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan skor depresi (p=0.972). Analisis regresi linear menunjukkan bahwa hanya variabel pendidikan yang memiliki hubungan signifikan secara statistik terhadap skor GDS (p=0,030). Sementara itu, variabel utama yaitu kadar vitamin D (p=0,297) dan kadar hemoglobin (p=0,870) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap skor GDS setelah dikontrol oleh variabel perancu.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D dan hemoglobin serum yang rendah dengan skor depresi pada lansia.
Kata Kunci: kadar vitamin D, kadar hemoglobin, skor depresi, lanjut usia
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kadar vitamin D, kadar hemoglobin, skor depresi, lanjut usia |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 04 Nov 2026 07:01 |
| Last Modified: | 04 Nov 2026 07:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
