Search for collections on Undip Repository

KEWENANGAN NOTARIS DALAM MENSERTIFIKASI TRANSAKSI SECARA ELEKTRONIK ( CYBER NOTARY )

Lestary, Dherista and Mahfud, Muh. Afif (2026) KEWENANGAN NOTARIS DALAM MENSERTIFIKASI TRANSAKSI SECARA ELEKTRONIK ( CYBER NOTARY ). Masters thesis, Magister Kenotariatan.

[thumbnail of HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN] Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
1. Halaman cover - Halaman pengesahan.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR] Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
2. Halaman pernyataan - Kata pengantar.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
3. Abstrak.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI] Text (DAFTAR ISI)
4. Daftar isi.pdf

Download (234kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
5. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (298kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
6. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (312kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
7. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (341kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
8. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (128kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. Daftar pustaka.pdf

Download (244kB)

Abstract

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong transformasi praktik kenotariatan melalui konsep Cyber Notary, yaitu pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan Notaris, khususnya terkait sertifikasi transaksi elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan dan kedudukan Notaris dalam penyelenggaraan sertifikasi elektronik serta mengetahui pandangan Notaris mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan sertifikasi elektronik. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan Notaris di Semarang, Jakarta, dan Purwodadi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Notaris dalam mensertifikasi transaksi elektronik memperoleh dasar konseptual dari Penjelasan Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris, namun belum didukung pengaturan teknis yang memadai sehingga implementasinya masih terbatas. Dalam sistem sertifikasi elektronik nasional, Notaris tidak berkedudukan sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), melainkan dapat berperan sebagai Registration Authority (RA) yang melakukan verifikasi dan autentikasi identitas calon pemegang Sertifikat Elektronik. Penelitian ini juga menemukan adanya disharmoni regulasi antara Undang-Undang Jabatan Notaris dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menimbulkan ketidakpastian hukum. Para Notaris mendukung penerapan Cyber Notary, namun implementasinya memerlukan harmonisasi regulasi, penguatan infrastruktur digital, integrasi sistem administrasi negara, serta peningkatan kompetensi Notaris guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum di era digital.

Kata Kunci: Cyber Notary, Notaris, Sertifikasi Elektronik, Registration Authority, Kepastian Hukum.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Magister Kenotariatan
Date Deposited: 16 Oct 2026 01:53
Last Modified: 16 Oct 2026 01:53
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63235

Actions (login required)

View Item View Item