Search for collections on Undip Repository

PERLINDUNGAN HUKUM LEMBAGA PEMBIAYAAN TERHADAP JAMINAN FIDUSIA YANG DIJADIKAN OBJEK BARANG BUKTI TINDAK PIDANA

Widianingrum, Ayu Cahya and Badriyah, Siti Malikhatun (2026) PERLINDUNGAN HUKUM LEMBAGA PEMBIAYAAN TERHADAP JAMINAN FIDUSIA YANG DIJADIKAN OBJEK BARANG BUKTI TINDAK PIDANA. Masters thesis, Magister Kenotariatan.

[thumbnail of HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN] Text (HALAMAN JUDUL – PENGESAHAN)
HALAMAN COVER.pdf

Download (881kB)
[thumbnail of SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR] Text (SURAT PERNYATAAN – KATA PENGANTAR)
SURAT PERNYATAAN.pdf

Download (953kB)
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (520kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (893kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (873kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (915kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (527kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (626kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (574kB)

Abstract

ABSTRAK

Lembaga jaminan fidusia dalam sistem hukum Indonesia memiliki peran yang strategis dalam akses permodalan, namun sering kali mengalami benturan dengan penegakan hukum pidana. Penelitian ini membahas mengenai akibat hukum objek jaminan fidusia yang dijadikan barang bukti dalam tindak pidana. Ketika objek jaminan fidusia menjadi barang bukti, terjadi pergeseran status hukum, di mana objek yang semula digunakan sebagai jaminan berubah menjadi instrumen dalam proses hukum pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan
kasus dan konseptual, serta analisis deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, studi dokumen, dan wawancara dengan narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyitaan objek jaminan fidusia sebagai barang bukti dalam perkara pidana menimbulkan ketimpangan antara hukum pidana dan hukum perdata. Negara memang memiliki kewenangan untuk merampas aset melalui Pasal
241 KUHAP 2025, namun penerapannya seringkali mengabaikan hak
kebendaan kreditur sebagai pihak ketiga yang beritikad baik. Kondisi ini berisiko menyebabkan hilangnya jaminan fidusia tanpa kompensasi atau restitusi yang sepadan. Di sisi lain, perlindungan hukum terhadap lembaga pembiayaan masih terbatas secara preventif hanya pada pendaftaran fidusia, sementara perlindungan represif belum optimal karena minimnya keterlibatan penegak hukum dalam mempertimbangkan posisi hukum kreditur. Ketidakielasan batasan negara dalam kewenangan merampas
sehungga merugikan kreditur. Barang berbeda dengan perbuatan iadi tidak dapat di samakan. Akibat dari ketidakielasan itu merugikan kreditur. Oleh karena itu, dibutuhkan interpretasi progresif terhadap ketentuan Pasal 134 KUHAP 2025 dan penguatan mekanisme perlindungan represif seperti pemberian ruang bagi kreditur dalam proses pidana serta penguatan gugatan
in rem/inclam, agar proporsionalitas dan kepastian hukum dapat dijamin secara adil dalam relasi antara kepentingan negara dan pihak swasta.

Kata Kunci: perlindungan hukum; lembaga pembiayaan; jaminan fidusia; barang bukti; tindak pidana.

Item Type: Thesis (Masters)
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Magister Kenotariatan
Date Deposited: 15 Oct 2026 04:28
Last Modified: 15 Oct 2026 04:28
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63217

Actions (login required)

View Item View Item