Subiyanti and Purwoatmodjo, Djumadi (2020) PERAN NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA PERDAMAIAN DI LUAR PENGADILAN (Studi Penyelesaian Konflik Perdata di Kantor Notaris Arif Kurniaji, S. H di Jakarta Selatan). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (TESIS)
Subiyanti tesis lengkap 2019.doc Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Akta yang dibuat oleh Notaris, salah satunya adalah akta perdamaian. Akta perdamaian lahir karena adanya sengketa para pihak. Praktek di lapangan menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan akta Perdamaian tidak semudah pembuatan akta lainnya, contohnya antara lain seperti pembuatan akta perjanjian kerjasama, pembuatan akta perdamaian mambutuhkan waktu yang agak lama dan kadang sangat berlarut-larut dalam proses pembuatannya. Kondisi tersebut mempengaruhi penyelesaian tugas dari Notaris dalam membuat akta perdamaian, sehingga berpengaruh pula pada penyelesaian akhir suatu sengketa.
Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana peran Notaris dalam pembuatan Akta Perdamaian di luar pengadilan? (2) Bagaimana kendala yang dihadapi Notaris dalam pembuatan akta perdamaian di Luar Pengadilan yang dilakukan oleh para pihak?. Metode pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Empiris, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitis yaitu menggambarkan peraturan perundangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaannya.
Hasil penelitian ini adalah (1) Notaris dalam pembuatan Akta Perdamaian di luar Pengadilan sangat berperan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan mengatur secara tertulis dan otentik hubungan-hubungan hukum antara pihak yang mengikatkan diri guna mencari penyelesaian sengketa perdata dengan jalan membuat akta perdamaian. (2) Notaris dalam pembuatan akta perdamaian tidak terlepas dari kendala yang dihadapi. Beberapa kendala yang dihadapi oleh Notaris dalam pembuatan akta perdamaian, antara lain: belum adanya titik temu tentang substansi perdamaian, sulitnya para pihak bertemu. Saran : 1). Perdamaian hendaknya bisa menjadi alternatif utama pihak yang bersengketa, sehingga tiadanya penyelesaian sengketa yang berlarut-larut. Hal ini memerlukan kesungguhan dari para profesi hukum dalam menjembatani pihak bersengketa dalam penyelesaian engketa. 2). DPR/Presiden harus melakukan Rule Breaking terhadap UUJN untuk memasukan unsur perubahan Notaris sebagai salah satu alat mediator serta membentuk peraturan mengenai Altenative Dispute Resolusionsip (ADR) dalam penyelesaian sengketa terhadap akta Notaris.
Kata Kunci : Peran Notaris, Akta Perdamaian, Penyelesaian Sengketa
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 04:48 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 04:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63140 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
