Haryono, Carissa Amelia and Santoso, Budi (2020) PENGATURAN PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PENDAFTARAN MEREK YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA POKOKNYA TERKAIT ADANYA PERJANJIAN KERJASAMA (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 7/Pdt.Sus-HKI/2018/PN.Smg). Masters thesis, Magister Kenotariatan.
|
Text (HALAMAN COVER-HALAMAN PENGESAHAN)
i. HALAMAN COVER-HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (144kB) |
|
|
Text (SURAT PERNYATAAN-KATA PENGANTAR)
ii. SURAT PERNYATAAN-KATA PENGANTAR.pdf Download (139kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
iii. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (94kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
iv. DAFTAR ISI.pdf Download (103kB) |
|
|
Text (BAB I)
v. BAB 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (203kB) |
|
|
Text (BAB II)
vi. BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) |
|
|
Text (BAB III)
vii. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (235kB) |
|
|
Text (BAB IV)
viii. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (117kB) |
Abstract
ABSTRAK
Merek merupakan suatu hal yang pokok untuk memperkenalkan suatu produk pada masyarakat luas. Merek dagang yang mendapatkan perlindungan hukum adalah merek yang terdaftar. Adanya persyaratan pendaftaran merek dagang membuat pemilik merek dagang memiliki wewenang untuk menuntut pihak ketiga yang tanpa izin untuk menggunakan merek tersebut. Perselisihan merek mengenai prinsip itikad baik menjadi lebih rumit dikaitkan dengan adanya Perjanjian Kerjasama. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan mengenai prinsip itikad baik dalam pendaftaran merek dagang yang memiliki kesamaan terutama terkait dengan adanya perjanjian kerja sama antara PT Natural Nusantara dan CV Indo Raya Utama dan untuk mengetahui dan menganalisis pendapat peradilan terkait dengan adanya prinsip itikad baik dalam beberapa keputusan.
Metode yang digunakan dalam penyusunan tesis ini adalah metode yuridis normatif, karena penelitian hukum ini menggunakan data dari bahan-bahan pustaka (data sekunder). Spesifikasi penulisan adalah deskriptif analisis, yaitu memberikan gambaran secara rici, menyeluruh, dan sistematis mengenai yang terjadi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan prinsip itikad baik dalam pendaftaran merek dagang tidak hanya dilihat dari sisi normatif hukum, tetapi harus dipertimbangkan dari niat seseorang dalam mengajukan permohonan pendaftaran merek yang bersangkutan. Pada kasus sengketa merek Crystal-X antara PT Natural Nusantara dan Tuan Sudirman, Tuan Sudirman memperoleh merek dengan itikad tidak baik yaitu menjiplak atau meniru merek yang merupakan hasil kerjasama PT Natural Nusantara dengan CV Indo Raya Utama. Adanya perjanjian kerjasama tersebut menyebabkan kedua belah pihak terikat dalam perjanjian dan berlaku sebagai hukum bagi para pihak yang membuatnya (Pacta Sunt Servanda). Pertimbangan hakim dalam memutus sengketa merek terkait itikad baik berbeda – beda dalam amar putusan, sehingga dibutuhkan kepastian hukum mengenai tolak ukur prinsip itikad baik dalam pendaftaran merek demi terwujudnya keadilan dan kemanfaatan dan sebaiknya hakim dalam memutus sengketa merek tidak hanya berdasarkan legal normatif dan pihak yang mendaftarkan lebih dahulu saja, akan tetapi harus diperhatikan pula maksud dan tujuan permohonan pendaftaran merek tersebut.
Kata Kunci: Prinsip Itikad Baik, Pendaftaran Merek, Perjanjian Kerjasama
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Magister Kenotariatan |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 04:35 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 04:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/63138 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
