Syahidah, Yasmina Karima (2026) EVALUASI PERFORMA PERTUMBUHAN KELINCI HASIL PERSILANGAN BACKCROSS BETINA LOKAL DENGAN JANTAN HYCOLE. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover - BAB 3 _Yasmina Karima Syahidah_23010122140166_yasminaks@students.undip.ac.id.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4 - Daftar Pustaka_ Yasmina Karima Syahidah_23010122140166.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (366kB) |
|
|
Text
Lampiran dan Biodata_Yasmina Karima Syahidah_23010122140166.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (949kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa pertumbuhan kelinci melalui persilangan metode backcross antara betina lokal dengan jantan Hycole. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 14 ekor kelinci hasil kawin silang metode backcross (BC). Peneliti juga menggunakan data sekunder sebagai pembanding. Data sekunder berdasarkan catatan rekording penelitian terdahulu yang terdiri dari 28 ekor kelinci lokal murni (LL), 22 ekor kelinci cross Hycole (CS) dan 8 ekor kelinci Hycole murni (HH). Induk betina yang digunakan dalam program backcross memiliki bobot minimal 2 kg/ekor. Alat yang digunakan meliputi timbangan digital dengan ketelitian 0,01 g, kotak beranak untuk tempat induk beranak dan menyusui, obat, alat tulis untuk mencatat data, pakan berupa pellet dan kandang berukuran 30 x 52 cm/ekor. Data dikumpulkan melalui penimbangan bobot lahir hingga bobot selama 120 hari atau 17 minggu. Data dianalisis menggunakan analisis variansi satu arah (One way ANOVA) dan uji lanjut Duncan dengan software SAS untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nyata bobot
lahir, bobot umur 42, 60, 90, 120 hari dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) umur 0-42, 42-60, 60-90, 90-120 hari antara kelinci hasil backcross dengan kelompok kelinci pembanding yang diperoleh dari data sekunder.
Hasil analisis variansi satu arah (one way ANOVA) menunjukkan bahwa bangsa kelinci berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot lahir, bobot badan umur 42, 60, 90 dan120 hari, serta PBBH umur 0-42, 42-60, 60-90, 90-120 hari. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa bobot lahir, bobot 42 hari kelinci backcross (43,68±10,16 dan 640,64±98,71) berbeda nyata dengan kelinci cross Hycole (53,90±9,48 dan 785,85±116,69). Bobot 60 dan 90 hari kelinci backcross (1.007,92±206,06 dan 1.495,13±260,01) tidak berbeda nyata dengan kelinci cross
Hycole (1.034,03±152,57 dan 1.586,32±215,15). Bobot 120 hari kelinci backcross (1.891,54±288,22) berbeda nyata dengan kelinci cross Hycole (2.125,34±329,71). PBBH umur 0-42 hari kelinci backcross (14,21±2,30) berbeda nyata dengan kelinci
cross Hycole (17,42±2,78). PBBH umur 42-60 hari kelinci backcross (20,40±10,57) tidak berbeda nyata dengan kelinci cross Hycole dan Hycole murni (13,79±6,41 dan 15,11±17,10). PBBH umur 60-90 dan 90-120 hari kelinci backcross (16,24±7,73
dan 13,21±3,71) berbeda nyata dengan kelinci cross Hycole (18,41±6,60 dan 17,97±6,32)
Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkawinan silang (backcross) antara betina lokal dengan jantan Hycole tidak menghasilkan performa pertumbuhan keturunan yang lebih baik dibandingkan dengan kelinci hasil crossbreeding
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture |
| Depositing User: | S1 Peternakan Undip |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:52 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62993 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
