Arini, Hemastuti and Susilowati, Etty and Priyono, FX. Joko (2016) “IMPLEMENTASI ASEAN FRAMEWORK AGREEMENT ON INTELLECTUAL PROPERTY COOPERATION DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN MEREK BAGI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY”. _112 DG 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
112 Hemastuti Arini - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (219kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - abstrak.pdf Download (66kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (258kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (168kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (382kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (118kB) |
|
|
Text
112 Hemastuti Arini - dapus.pdf Download (72kB) |
Abstract
Terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC) 2015 yang
berpengaruh terhadap pelaku usaha domestik khususnya UMKM karena semakin ketatnya persaingan pasar, maka diperlukan perlindungan hukum untuk UMKM yaitu melalui perlindungan kekayaan intelektual khususnya pada merek yang digunakan oleh UMKM. Perjanjian ASEAN Framework Agreement on Intellectual
Property Cooperation 1995 merupakan awal mula perjanjian kerjasama regional ASEAN mengenai kekayaan intelektual.
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui implementasi perjanjian dan
rencana kerja dalam memberikan perlindungan merek untuk UMKM dalam menghadapi AEC 2015 dan hambatan yang menghalangi terwujudnya ASEAN Framework Agreement on Intellectual Property Cooperation. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji bahan-bahan pustaka (studi kepustakaan). Karena itu, data yang digunakan adalah data sekunder, yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Hasil penelitian yaitu ASEAN Working Group on Intellectual Property
Cooperation (AWGIPC) sebagai organisasi pelaksana perjanjian berdasarkan Intellectual Property Right Action Plan 2011-2015 untuk mempersiapkan perlindungan kekayaan intelektual pada AEC 2015 yang difokuskan pada perlindungan kekayaan intelektual bagi UMKM. Pada pelaksanaannya, AWGIPC telah melakukan perbaikan tentang administrasi merek dari segi infrastuktur pelayanan pendaftaran merek di kantor IP dan terbentuknya database Tmview dan Case Law. Namun, tidak semua rencana terlaksana, seperti dibatalkannya pembuatan sistem merek ASEAN dan pendirian Trademark Office ASEAN, sehingga berdampak pada tidak terbentuknya sistem pendaftaran regional merek, badan arbitrase, dan mekanisme penyelesaian alternatif di ASEAN. Selain itu program khusus untuk UMKM hingga kini masih belum terealisasi yaitu Strategic Plans for Promotion of Innovation SME dan Training Module. Agar tetap terwujudnya perlindungan merek regional dan internasional AWGIPC sepakat, negara ASEAN serempak untuk menggunakan sistem Madrid Protocol dengan melakukan revisi peraturan merek di masing-masing negara. Hambatan yang
menyebabkan tidak terwujudnya perjanjian ASEAN Framework Agreement on Intellectual Property Cooperation 1995 karena adanya kelemahan dari perjanjian sendiri yang hanya berupa komitmen yang sifatnya soft law, selain itu sulitnya harmonisasi peraturan merek antar negara ASEAN, dan hambatan internal dan eksternal dari UMKM.
Kata kunci : Impementasi, ASEAN Framework Agreement on Intellectual Property Cooperation, Perlindungan Merek, UMKM, dan
AEC.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Impementasi, ASEAN Framework Agreement on Intellectual Property Cooperation, Perlindungan Merek, UMKM, dan AEC. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 03:49 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 03:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
