AL HAWARY, FARIS ADLY (2026) KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI ABON YANG TERBUAT DARI BERBAGAI JENIS IKAN AIR TAWAR (IKAN LELE, PATIN, DAN NILA) (26dt598). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Faris Adly Al Hawary 26dt598.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Abon ikan merupakan salah satu produk diversifikasi hasil perikanan yang
memiliki nilai gizi tinggi, cita rasa khas, serta daya simpan relatif lama. Perbedaan
jenis ikan sebagai bahan baku dapat memengaruhi karakteristik kimia dan sensori
produk abon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia dan
organoleptik abon yang dibuat dari ikan lele, nila, dan patin serta menentukan jenis
ikan yang menghasilkan karakteristik abon terbaik. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jenis ikan, yaitu lele,
nila, dan patin, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air,
kadar protein, kadar lisin, kadar lemak, kadar abu, kadar gula total, rendemen, serta
uji sensori yang meliputi kenampakan, bau, rasa, tekstur, dan kapang. Data
parametrik dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey,
sedangkan data nonparametrik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang
dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar air abon lele, nila, dan patin berturut-turut
sebesar 8,77±7,90%, 9,99±3,21%, dan 12,33±3,60%; kadar protein sebesar
30,68±0,48%, 35,08±1,48%, dan 34,13±0,51%; kadar lemak sebesar 28,68±8,05%,
23,49±1,89%, dan 19,29±1,76%; serta kadar abu sebesar 5,71±0,06%, 6,08±0,28%,
dan
5,49±0,46%. Kadar lisin masing-masing sebesar 0,056±0,006%,
0,063±0,006%, dan 0,060±0,017%, sedangkan kadar gula total sebesar
19,85±0,40%, 18,07±0,70%, dan 18,55±0,22%. Perbedaan jenis ikan berpengaruh
nyata terhadap kadar protein dan gula total, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap
kadar air, lemak, abu, dan lisin. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa nilai
kenampakan abon lele, nila, dan patin berturut-turut sebesar 8,00±1,25; 8,86±0,50;
dan 8,86±0,50; nilai bau sebesar 8,46±0,89; 8,60±0,81; dan 8,73±0,69; nilai rasa
sebesar 8,20±0,99; 8,93±0,36; dan 8,86±0,50; serta nilai tekstur sebesar 7,55±0,89;
8,40±0,93; dan 8,53±0,86. Nilai kapang pada seluruh perlakuan sebesar 9,00±0,00.
Jenis ikan berpengaruh nyata terhadap kenampakan, rasa, dan tekstur, tetapi tidak
berpengaruh nyata terhadap bau dan kapang. Berdasarkan kombinasi karakteristik
kimia, sensori, dan rendemen, abon ikan patin dinilai sebagai perlakuan yang paling
potensial untuk dikembangkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | abon ikan, ikan air tawar, karakteristik kimia, lisin, sensori. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fishery Products Technology |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:40 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62915 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
