Search for collections on Undip Repository

ANALISIS STATUS PENCEMARAN HABITAT EKOSISTEM LAMUN BERDASARKAN KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI PANTAI PRAWEAN, BANDENGAN, JEPARA (26dsa593)

PUTRIKIRANA, AQILA MARYAM (2026) ANALISIS STATUS PENCEMARAN HABITAT EKOSISTEM LAMUN BERDASARKAN KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI PANTAI PRAWEAN, BANDENGAN, JEPARA (26dsa593). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Aqila Maryam Putrikirana 26dsa593.pdf] Text
Aqila Maryam Putrikirana 26dsa593.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pantai Prawean mulai berkembang menjadi kawasan wisata yang berpotensi
menerima buangan limbah mengandung logam berat akibat peningkatan palayaran
kapal wisata dan docking kapal. Logam berat pada perairan kemudian mengalami
pengendapan di sedimen sehingga keberadaan ekosistem lamun sebagai perangkap
sedimen memiliki pengaruh terhadap penumpukan kontaminan logam. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi logam Pb pada air dan
sedimen antara lokasi lamun dan non-lamun serta menentukan status pencemaran
menggunakan indeks geoakumulasi (Igeo). Pengambilan sampel dilakukan pada
bulan Juni 2026 dengan teknik purposive sampling di dua stasiun, yaitu stasiun
lamun dan stasiun non-lamun dengan penentuan tiga titik pengamatan secara
random sampling. Analisis yang dilakukan meliputi pengukuran konsentrasi logam
Pb pada air dan sedimen menggunakan AAS-Flame, analisis ukuran butir sedimen
menggunakan sieve shaker, dan perhitungan kerapatan lamun. Hasil penelitian
menunjukkan konsentrasi logam Pb pada air berkisar antara 0,595−0,618 mg/L di
stasiun lamun dan 0,595−0,618 mg/L di stasiun non-lamun, sedangkan konsentrasi
pada sedimen berkisar antara 34,124−35,059 mg/kg di stasiun lamun dan
29,307−36,523 mg/kg di stasiun non-lamun. Konsentrasi logam pada air telah
melebihi baku mutu PP No.22 Tahun 2021 Lampiran VIII yang berarti perairan
tersebut sudah tercemar, sedangkan konsentrasi pada sedimen belum melebihi baku
mutu ANZECC & ARMCANZ (2000). Kondisi kerapatan lamun di lokasi
penelitian masuk dalam kategori jarang dengan jenis sedimen yang didominasi oleh
fraksi pasir halus. Penilaian status pencemaran berdasarkan perhitungan indeks
geoakumulasi menunjukkan kondisi tercemar ringan pada stasiun lamun dan non
lamun. Konsentrasi logam Pb pada sedimen di stasiun lamun dan non-lamun tidak
menunjukkan perbedaan yang nyata akibat fungsi metal trap yang tidak optimal
dari rendahnya kerapatan lamun serta lemahnya daya ikat sedimen akibat
dominansi fraksi pasir.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ekosistem Lamun, Indeks Geoakumulasi, Logam Berat, Pantai Prawean, Sedimen
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 06 Oct 2026 07:12
Last Modified: 06 Oct 2026 07:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62906

Actions (login required)

View Item View Item