RASYAD, ABYAN KHAIRUDDIN (2026) PENETAPAN PRIORITAS AREA REHABILITASI MANGROVE BERDASARKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DI DESA PESISIR KECAMATAN SAYUNG, DEMAK (26dsa589). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
ABYAN KHAIRUDDIN RASYAD 26dsa589.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak,
mengalami degradasi akibat abrasi, penurunan muka tanah, dan alih fungsi lahan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran dan luas tutupan mangrove, dinamika
perubahan garis pantai, tingkat kerentanan pesisir, serta menetapkan prioritas
rehabilitasi di Desa Bedono, Timbulsloko, dan Surodadi. Penelitian bersifat
deskriptif kuantitatif dengan tiga desa sebagai unit analisis dan tiga tahun
pengamatan. Tutupan lahan dipetakan dengan metode Random Forest pada citra
Sentinel-2A tahun 2015, 2020, dan 2025, lalu diuji dengan 150 titik contoh acak
berlapis yang kelas acuannya disusun berdasarkan 30 titik pengamatan lapangan.
Perubahan garis pantai dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System,
kerentanan pesisir dihitung dengan Coastal Vulnerability Index lima variabel, dan
prioritas rehabilitasi ditetapkan melalui metode Simple Additive Weighting
berbobot Rank Order Centroid yang dilengkapi penilaian status risiko dan potensi
rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan luas mangrove menurun dari 486,18
hektar pada tahun 2015 menjadi 312,44 hektar pada tahun 2025, atau berkurang
173,74 hektar setara 35,7%, dengan kehilangan terbesar di Desa Bedono sebesar
134,69 hektar. Kehilangan mangrove didominasi perubahan menjadi perairan
dengan proporsi 86,20% hingga 92,22%. Peta tutupan lahan tahun 2025 memiliki
Overall Accuracy 98,14% dengan nilai Kappa 0,900. Ketiga desa mengalami erosi
dengan laju perubahan garis pantai rata-rata 7,36 hingga 8,88 meter per tahun ke
arah darat, dan laju erosi seluruh transek justru melemah dari 9,19 meter per tahun
pada 2015 sampai 2020 menjadi 7,15 meter per tahun pada 2020 sampai 2025. Nilai
Coastal Vulnerability Index rata-rata tertimbang panjang garis pantai meningkat
dari 11,57 pada tahun 2015 menjadi 14,50 pada tahun 2025 dan seluruhnya
berkategori tinggi. Matriks Simple Additive Weighting menempatkan Desa Bedono
sebagai prioritas utama rehabilitasi dengan skor 0,9686, sedangkan ketiga desa
seluruhnya berstatus risiko tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Coastal Vulnerability Index, mangrove, prioritas rehabilitasi, Random Forest |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:59 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
