ANGGRAENI, DEVI (2026) KOMPOSISI UDANG YANG TERTANGKAP LAMPARA DASAR DI PERAIRAN DESA SUNGAI DAMAR, SUKAMARA, KALIMANTAN TENGAH (26dsa586). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
DEVI ANGGRAENI 26dsa586.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Udang merupakan salah satu sumber daya perikanan yang memiliki nilai
ekonomis penting bagi masyarakat pesisir dan menjadi salah satu hasil tangkapan
nelayan di Desa Sungai Damar, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Penangkapan udang di wilayah tersebut dilakukan menggunakan alat tangkap
lampara dasar yang bersifat aktif dan menangkap organisme yang berada di sekitar
dasar perairan. Namun, informasi mengenai jenis udang yang tertangkap,
komposisi dan proporsi hasil tangkapan setiap trip, serta kondisi biologis udang
hasil tangkapan di Perairan Desa Sungai Damar belum terdokumentasi secara rinci.
Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memperoleh informasi mengenai
karakteristik hasil tangkapan udang sebagai dasar dalam memahami pemanfaatan
sumber daya udang di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
jenis, komposisi, proporsi hasil tangkapan per trip, hubungan panjang-berat, dan
faktor kondisi udang hasil tangkapan lampara dasar di Perairan Desa Sungai Damar.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Maret 2026 di Perairan Desa Sungai
Damar. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel
secara systematic random sampling dan pengumpulan data dilakukan satu kali
setiap minggu selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat dua spesies udang yang tertangkap, yaitu udang jerbung (Penaeus
merguiensis) dan udang krosok (Parapenaeopsis sculptilis). Komposisi hasil
tangkapan didominasi oleh udang jerbung sebesar 49,06%, sedangkan udang
krosok sebesar 24,98% dari total hasil tangkapan. Proporsi hasil tangkapan per trip
menunjukkan adanya perubahan dominansi antar waktu. Struktur ukuran panjang
udang jerbung berkisar antara 5,2–24,3 cm, sedangkan udang krosok berkisar antara
8,0–11,2 cm. Hubungan panjang-berat kedua spesies menunjukkan pola
pertumbuhan alometrik negatif, sedangkan faktor kondisi rata-rata udang jerbung
sebesar 1,27 dan udang krosok sebesar 1,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
udang jerbung merupakan jenis yang lebih dominan dalam hasil tangkapan lampara
dasar di Perairan Desa Sungai Damar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lampara dasar, proporsi tangkapan, udang jerbung, udang krosok |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:44 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
