MAULIDINA, AZKIA ZAHRA (2026) ANALISIS MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK KEPITING DENGAN METODE CRAB HOUSE DI KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK (26da579). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Azkia Zahra Maulidina 26da579.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kepiting merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi
yang memiliki potensi untuk dikembangkan pada pasar domestik maupun ekspor.
Salah satu metode pemeliharaan yang digunakan adalah crab house, yang
memungkinkan kepiting dipelihara secara individual sehingga kondisi dan
pertumbuhannya lebih mudah dipantau. Namun, kegiatan budidaya dan rantai
pasok kepiting masih menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi
keberlangsungan produksi, kualitas produk, kontinuitas pasokan, dan pemenuhan
standar pasar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis manajemen produksi
budidaya kepiting metode crab house, (2) mengidentifikasi rantai pasok kepiting di
Kecamatan Sayung, dan (3) menganalisis manajemen risiko rantai pasok budidaya
kepiting metode crab house. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sayung,
Kabupaten Demak, dengan menggunakan metode kualitatif yang didukung data
kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap dua
pembudidaya kepiting metode crab house dan dua pengepul kepiting. Data
kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi sumber, penyebab, dampak, dan
pengelolaan risiko, sedangkan data kuantitatif digunakan untuk menilai probabilitas
dan dampak risiko melalui matriks probabilitas-dampak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa manajemen produksi meliputi pengelolaan benih, wadah
pemeliharaan, sumber air, pakan, dan panen. Rantai pasok melibatkan pembudidaya
dan pengepul dengan aliran kegiatan mulai dari pengadaan pasokan, pemeliharaan,
panen, sortasi, penyimpanan, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran. Analisis
risiko mengidentifikasi 13 sumber risiko, meliputi risiko ketersediaan benih dan
pasokan, kualitas air, cuaca, mortalitas fase molting, penyakit dan penularan,
kualitas produk, harga, permintaan pasar, logistik dan transportasi, biaya logistik,
ketergantungan pasar, keuangan, serta regulasi dan standar pasar. Risiko kualitas
air dan mortalitas pada fase molting berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan
ketersediaan benih dan pasokan, perubahan cuaca, kualitas produk, penyakit dan
penularan, serta fluktuasi harga berada pada kategori tinggi. Strategi mitigasi
diprioritaskan pada pengendalian kualitas air, pengelolaan fase molting,
diversifikasi sumber pasokan, pengendalian penyakit, sortasi dan grading, serta
perbaikan penanganan dan transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
manajemen risiko perlu dilakukan secara terpadu pada setiap tahapan rantai pasok
untuk menjaga kontinuitas pasokan, kualitas kepiting, dan kemampuan memenuhi
kebutuhan pasar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kepiting, crab house, manajemen produksi, rantai pasok, manajemen risiko, mitigasi. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:26 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62865 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
