Search for collections on Undip Repository

ASPEK REPRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI PERAIRAN MANGUNHARJO, SEMARANG (26dsa571)

AMELIA, NADIYA (2026) ASPEK REPRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI PERAIRAN MANGUNHARJO, SEMARANG (26dsa571). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Nadiya Amelia 26dsa571.pdf] Text
Nadiya Amelia 26dsa571.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Salah satu potensi sumber daya perikanan yang terdapat di Kelurahan
Mangunharjo yaitu kepiting bakau yang merupakan komoditas perikanan bernilai
ekonomis tinggi. Namun, tingginya aktivitas penangkapan di wilayah pesisir
tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kelestarian biota ini di alam. Meskipun
Permen KP Nomor 7 Tahun 2024 telah membatasi penangkapan kepiting konsumsi
secara ketat, khususnya bagi individu dengan ukuran lebar karapas di atas 12 cm,
implementasinya di tingkat lokal masih memerlukan dukungan data biologis yang
valid, salah satunya aspek reproduksi. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk
mengkaji aspek reproduksi tersebut terkait sebaran ukuran, nisbah kelamin, Tingkat
Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan fekunditas
sebagai indikator tingkat pemanfaatan sumber daya. Pengambilan sampel kepiting
bakau dilakukan selama tiga bulan yaitu di bulan Oktober, November dan
Desember 2025. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel
diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Jumlah sampel yang diperoleh selama
penelitian adalah 56 ekor dengan lebar karapas berkisar antara 7,9-15 cm.
Hubungan lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau menghasilkan nilai R2
betina sebesar 0,6365 dan jantan sebesar 0,8649. Berdasarkan nilai b, kepiting
betina menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif b = 2,1007; b < 3,
sedangkan kepiting jantan bersifat isometrik b = 3,0508; b = 3. Nisbah kelamin
kepiting bakau berada dalam kondisi seimbang, terdiri atas 54% betina dan 46%
jantan. Fase reproduksi kepiting bakau betina dan jantan didominasi oleh TKG II,
dengan nilai IKG kepiting betina berkisar antara 0,39–22,81%, serta nilai
fekunditas berkisar antara 112.112 sampai 1.182.832 butir telur per individu. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan ilmiah bagi pemangku
kebijakan dalam mendukung efektivitas implementasi regulasi pengelolaan dan
penangkapan kepiting bakau secara berkelanjutan di wilayah Mangunharjo.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Indeks Kematangan Gonad, Kepiting Bakau, Mangunharjo, Nisbah Kelamin, Tingkat Kematangan Gonad
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 06 Oct 2026 02:50
Last Modified: 06 Oct 2026 02:50
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62854

Actions (login required)

View Item View Item