RAFLY ARNAWA, LA ODE MUHAMMAD (2026) ANALISIS UKURAN LAYAK TANGKAP PADA HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) BUBU NAGA DI PERAIRAN DUSUN SEKLENTING, KECAMATAN WEDUNG, KABUPATEN DEMAK (26dik568). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
La Ode Muhammad Rafly Arnawa 26dik568.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Bubu Naga merupakan alat tangkap pasif yang digunakan secara luas oleh
nelayan di Perairan Dusun Seklenting, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak
untuk menangkap Udang Putih (Penaeus merguiensis) dan Udang Tenger
(Metapenaeus ensis). Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan
Nomor 36 Tahun 2023 Pasal 33 ayat (4), Bubu Naga diatur berdasarkan jumlah
injap yang dibatasi maksimal 20 buah per unit, sedangkan Bubu Naga yang
dioperasikan nelayan Dusun Seklenting tercatat memiliki 30 injap per unit,
melampaui ambang batas yang ditetapkan hingga 50%. Kondisi tersebut, ditambah
dengan ukuran mata jaring yang kecil (8 mm) dan ukuran bukaan injap (10 x 4 cm),
menyebabkan alat tangkap ini berpotensi menangkap biota non-target (bycatch)
dalam berbagai ukuran, termasuk individu yang belum layak tangkap. Penelitian ini
bertujuan menganalisis ukuran biota hasil tangkapan sampingan Bubu Naga guna
menentukan persentase individu layak tangkap dan belum layak tangkap serta
mengindikasikan tingkat keberlanjutan perikanan di lokasi penelitian. Penelitian
dilaksanakan melalui metode survei selama enam trip penangkapan di dua stasiun,
yaitu Stasiun 1 di perairan muara dan Stasiun 2 di perairan sungai, dengan
mengukur panjang tubuh setiap individu bycatch kemudian membandingkannya
terhadap nilai Length at First Maturity (Lm) betina yang diperoleh dari literatur
ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan total 263 individu bycatch yang terdiri dari
25 spesies, meliputi 21 spesies ikan dan 4 spesies krustasea, dengan Udang Galah
(Macrobrachium rosenbergii) sebagai spesies dominan. Analisis ukuran layak
tangkap dilakukan terhadap 16 spesies yang memiliki nilai Lm terverifikasi,
mencakup 135 individu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 95 individu
(70,37%) tergolong belum layak tangkap (L < Lm), sedangkan 40 individu (29,63%)
tergolong layak tangkap (L ≥ Lm), dengan tujuh spesies yang seluruh individunya
tergolong belum layak tangkap yaitu Udang Windu (Penaeus monodon), Ikan
Baronang Totol (Siganus guttatus), Ikan Baronang Angin (Siganus javus), Ikan
Kerapu Lumpur (Epinephelus coioides), Ikan Jambrung (Terapon jarbua), Ikan
Kalam Putih (Gerres filamentosus), dan Ikan Sembilang (Plotosus canius).
Tingginya proporsi individu belum layak tangkap mengindikasikan adanya tekanan
penangkapan yang signifikan terhadap biota non-target di perairan Dusun
Seklenting, yang berpotensi memicu fenomena growth overfishing apabila praktik
penangkapan ini terus berlanjut tanpa intervensi pengelolaan yang memadai, baik
melalui penyesuaian jumlah injap sesuai ketentuan regulasi yang berlaku maupun
perbaikan selektivitas ukuran mata jaring dan bukaan injap Bubu Naga.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bubu Naga, Tangkapan Sampingan, Ukuran Layak tangkap, Length at First Maturity, Perairan Seklenting. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 01:53 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 01:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
