MAHARANI, KANIA CANTIKA (2026) KARAKTERISASI DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN DARI CANGKANG Tegillarca granosa (Linnaeus, 1758) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa (26dik566). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
KANIA CANTIKA MAHARANI 26dik566.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Limbah cangkang kerang darah (Tegillarca granosa (Linnaeus, 1758)) yang
belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai
sumber kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kitosan dari cangkang
T. granosa, mengkarakterisasi kitosan yang dihasilkan berdasarkan rendemen,
kadar air, kadar abu, kelarutan, gugus fungsi, dan derajat deasetilasi, serta
mengevaluasi potensi penghambatannya terhadap pertumbuhan Pseudomonas
aeruginosa. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental yang
meliputi pembuatan kitosan melalui tahapan deproteinasi, demineralisasi, dan
deasetilasi. Karakterisasi kitosan meliputi pengukuran rendemen, kadar air, kadar
abu, kelarutan dalam asam asetat 2%, identifikasi gugus fungsi menggunakan
Fourier Transform Infrared (FTIR) dengan metode Attenuated Total Reflectance
(ATR), serta penentuan derajat deasetilasi (DD). Evaluasi potensi penghambatan
terhadap P. aeruginosa dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan
variasi konsentrasi kitosan 1%, 2%, dan 3% menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 g serbuk cangkang
T. granosa diperoleh 40,22 g kitosan dengan rendemen sebesar 40,22%. Kitosan
yang dihasilkan berbentuk serbuk berwarna putih dengan tekstur halus, memiliki
kadar air sebesar 1,16% dan kadar abu sebesar 1,22%. Kitosan dapat larut dalam
asam asetat 2% pada konsentrasi 1%, 2%, dan 3% dengan kondisi larutan homogen.
Hasil identifikasi FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi karakteristik kitosan,
yaitu –OH, –NH, dan C–O, dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 88,83%. Hasil
evaluasi potensi penghambatan menunjukkan bahwa tidak terbentuk zona hambat
pada konsentrasi kitosan 1%, 2%, maupun 3% terhadap pertumbuhan P.
aeruginosa. Tidak terbentuknya zona hambat diduga berkaitan dengan keterbatasan
difusi kitosan pada media agar, karakteristik kitosan sebagai polimer, serta
mekanisme pertahanan P. aeruginosa. Dengan demikian, kitosan dari cangkang T.
granosa memiliki karakteristik yang menunjukkan keberhasilan proses
pembentukan kitosan, tetapi potensi penghambatannya terhadap P. aeruginosa
belum terdeteksi menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi yang diuji.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tegillarca granosa, kitosan, karakterisasi, derajat deasetilasi, Pseudomonas aeruginosa. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 01:48 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 01:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62838 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
