Fadly, Mohammad Zaesal and Zuliyan, Muhammad Arief (2026) STRATEGIC NARRATIVE DALAM STRATEGI DIPLOMASI CHINA UNTUK MEMBANGUN REPUTASI INTERNASIONAL TERKAIT ISU XINJIANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (611kB) |
|
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (316kB) |
|
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (216kB) |
|
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (344kB) |
|
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (129kB) |
|
|
Text
Mohammad Zaesal Fadly_14050122140089_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (184kB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis penggunaan strategic narrative dalam strategi diplomasi
China untuk membangun reputasi internasional terkait isu Xinjiang. Isu Xinjiang
menjadi salah satu persoalan yang mempengaruhi persepsi internasional terhadap
China karena adanya perbedaan narasi antara pemerintah China dan sejumlah aktor
internasional mengenai kebijakan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis bagaimana China menggunakan strategic narrative dalam
strategi diplomasinya serta bagaimana narasi tersebut direspons oleh aktor
internasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptifanalitis dan metode non-field research melalui studi pustaka serta dokumentasi.
Data diperoleh dari dokumen resmi pemerintah China, white paper, pernyataan
Kementerian Luar Negeri China, dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa, laporan
organisasi internasional, literatur akademik, dan pemberitaan media. Analisis
dilakukan menggunakan konsep strategic narrative dari Miskimmon, O’Loughlin,
dan Roselle yang mencakup system narrative, identity narrative, dan issue narrative.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa China menggunakan berbagai instrumen
diplomasi, meliputi diplomasi media, diplomasi publik, diplomasi ekonomi,
diplomasi kontra-terorisme, serta pernyataan resmi dalam forum internasional
untuk membangun dan menyampaikan narasi mengenai Xinjiang. Ketiga bentuk
strategic narrative tersebut saling berkaitan. System narrative menekankan prinsip
kedaulatan dan non-intervensi, identity narrative memproyeksikan China sebagai
negara yang bertanggung jawab, stabil, dan berorientasi pada pembangunan,
sedangkan issue narrative membingkai kebijakan Xinjiang melalui isu kontraterorisme, deradikalisasi, pendidikan vokasional, stabilitas, dan pembangunan
ekonomi. Namun, narasi tersebut memperoleh respons internasional yang beragam.
Hal tersebut terlihat dari perbedaan posisi negara dalam forum PBB, termasuk surat
bersama pada 2019 dan pemungutan suara UNHRC pada 2022 yang menghasilkan
17 suara mendukung, 19 menolak, dan 11 abstain. Dengan demikian, respons
internasional terhadap strategic narrative China menunjukkan adanya dukungan,
kritik, dan sikap abstain yang mencerminkan perbedaan pemaknaan serta
kepentingan antaraktor internasional.
Kata kunci: Strategic Narrative, Diplomasi China, Reputasi Internasional,
Xinjiang, Identitas Internasional
142 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 03:11 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 03:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62735 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
