Sujiwa, Christianto Yitro and Saptono, Hendro and Njatrijani, Rinitami (2016) PERTIMBANGAN TERHADAP KEDUDUKAN MANTAN KARYAWAN DALAM PUTUSAN PAILIT PT. MITRA BINAMANDIRI MUKTI (STUDI PADA PUTUSAN PENGADILAN NIAGA SURABAYA NO. 09/PKPU/2014/PN.NIAGA.SURABAYA). _072 DG 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (736kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - abstrak.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (260kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (333kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (235kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (259kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (89kB) |
|
|
Text
072 Christianto Yitro Sujiwa - dapus.pdf Download (92kB) |
Abstract
Kreditor adalah orang yang mempunyai piutang karena perjanjian atau undang-undang yang dapat ditagih di muka pengadilan. Kreditor terbagi ke dalam tiga jenis yaitu kreditor konkuren, kreditor preferen dan kreditor separatis. Kreditor preferen merupakan kreditor istimewa karena memiliki hak istimewa yang diatur dalam Undang-undang Kepailitan dan Kitab Undang-undang Hukum
Perdata.
Permasalahan yang diangkat dalam penulisan hukum ini adalah bagaimana kedudukan mantan karyawan pada penetapan putusan pailit serta bagaimana kurator melaksanakan pemberesan harta pailit
Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, maka jenis datanya adalah data sekunder. Data sekunder bersumber dari penelitian kepustakaan (library research) yang bahan hukumnya berasal dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif
analitis. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, mantan karyawan dapat dikategorikan
sebagai kreditur, sehingga boleh mengajukan permohonan PKPU karena hak-hak karyawan menjadi utang sebagaimana yang terdefinisikan dalam Pasal 6 Undang-Undang Kepailitan pada saat debitur tidak mau melaksanakan kewajibannya. Kedudukan kreditor preferen tidak memiliki suara dalam proses voting penetapan pemberian PKPU Tetap kepada debitor sehingga dapat diputus Pailit. Setelah diputuskan pailit, menjadi tugas dan wewenang kurator untuk membereskan harta pailit berdasarkan Pasal 69 Undang-Undang Kepailitan. Kurator harus membuat daftar yang menyatakan sifat, jumlah piutang dan utang harta pailit, nama dan tempat tinggal kreditor beserta jumlah piutang masing-masing kreditor. Tujuan pendaftaran piutang tersebut untuk memperoleh laporan tentang cukup atau tidak cukupnya harta pailit membayar biaya kepailitan kepada Hakim pengawas untuk diusulkannya meneruskan pemberesan ataupun pencabutan pernyataan pailit.
Kedudukan mantan karyawan dapat dikategorikan sebagai kreditor yang diistimewakan berdasarkan Pasal 1149 ayat (4) KUHPer. Mantan karyawan dapat mengajukan sita eksekusi sebagai penyelesaian persoalan. Pada pemberesan harta pailit, Kurator melakukan segala upaya guna membereskan harta pailit, salah satunya adalah investigasi yang dapat diperolehnya fakta-fakta hukum harta pailit.
Kata Kunci : Kreditor preferen, Utang, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Kurator
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kreditor preferen, Utang, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Kurator |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 01:27 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 01:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
