BHANUCETTA, MAITSAA and Windiani, Reni (2026) STRATEGI SELF-RELIANCE INDONESIA TAHUN 2019-2026 SEBAGAI RESPON KEBIJAKAN ATAS DINAMIKA BERKELANJUTAN PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT DAN CHINA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (403kB) |
|
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (232kB) |
|
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (324kB) |
|
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (389kB) |
|
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (133kB) |
|
|
Text
Maitsaa Bhanucetta_14050122140151_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (242kB) |
Abstract
Peningkatan sikap proteksionisme dalam perang dagang antara Amerika
Serikat dan China pada periode 2019-2026 menjadi latar belakang penelitian ini.
Kebijakan tarif, pembatasan perdagangan, dan persaingan teknologi kedua negara
tidak hanya memengaruhi hubungan ekonomi bilateral, tetapi juga menciptakan
ketidakpastian global dan spillover effect bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis spillover effect perang dagang terhadap
perekonomian Indonesia serta mengevaluasi efektivitas strategi Self-Reliance yang
diterapkan pemerintah Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Penelitian menggunakan teori Neo-Merkantilisme untuk menganalisis peran
pemerintah Indonesia dalam memperkuat kepentingan dan keamanan ekonomi
nasional melalui kebijakan diversifikasi ekspor, hilirisasi komoditas strategis,
penguatan industri domestik, dan diplomasi ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang dagang Amerika Serikat dan
China menghasilkan spillover effect terhadap Indonesia melalui perubahan arus
perdagangan, gangguan rantai pasok, tekanan nilai tukar, ketidakpastian investasi, dan
perubahan permintaan ekspor. Di sisi lain, kondisi tersebut membuka peluang bagi
Indonesia melalui pengalihan perdagangan, relokasi industri, dan diversifikasi pasar
ekspor. Pemerintah Indonesia merespons melalui strategi Self-Reliance yang
diwujudkan dalam hilirisasi nikel dan kelapa sawit, diversifikasi produk dan tujuan
ekspor, serta penguatan industri domestik, yang dilengkapi dengan hedging dalam
diplomasi ekonomi untuk mengelola ketergantungan eksternal. Evaluasi menunjukkan
bahwa strategi ini cukup efektif tetapi belum optimal, dengan capaian yang berbeda
antarsektor. Pada kelapa sawit, penguatan kemandirian lebih nyata karena terhubung
dengan kebutuhan energi domestik melalui program biodiesel. Pada nikel, hilirisasi
meningkatkan kapasitas pengolahan dan nilai tambah, tetapi sektor ini masih
bergantung pada modal, teknologi, dan permintaan luar negeri. Dengan demikian, SelfReliance Indonesia tidak diarahkan pada autarki, melainkan pada penguatan kapasitas
domestik sekaligus pengelolaan ketergantungan ekonomi eksternal.
Keywords: Amerika Serikat, China, Indonesia, Spillover Effect, Self-Reliance
140. Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 09:54 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 09:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62705 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
