Ryamizard, Rizal and Saubig, Arnila Novitasari and Dharma, Andhika Guna (2026) Pengaruh Pembelajaran Mandiri dan Pelatihan Modul Skrining Katarak Pediatrik terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Klinis Dokter Umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
RIZAL RYAMIZARD-22040622320015-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (125kB) |
Abstract
Latar belakang: Katarak pediatrik merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan pada anak yang dapat dicegah dan diobati. Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana dapat menyebabkan ambliopia deprivasi serta gangguan penglihatan permanen. Dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam deteksi dini dan rujukan katarak pediatrik. Modul skrining dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis dokter umum, baik melalui pelatihan maupun pembelajaran mandiri.
Tujuan: Mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan pembelajaran mandiri modul skrining katarak pediatrik terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan klinis dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Metode. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain two-group pretest-posttest. Sebanyak 71 dokter umum yang bekerja di Puskesmas Kota Semarang dibagi menjadi kelompok pelatihan (n=39) dan kelompok pembelajaran mandiri (n=32). Tingkat pengetahuan dinilai menggunakan Multiple Choice Question (MCQ), sedangkan keterampilan klinis dinilai menggunakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), sebelum dan setelah intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan Student’s t-test sesuai distribusi data.
Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan pada kelompok pelatihan meningkat dari 6,21±2,38 menjadi 9,13±0,98, sedangkan pada kelompok pembelajaran mandiri meningkat dari 6,25±2,42 menjadi 9,28±0,96 (keduanya p<0,001). Nilai rata-rata keterampilan klinis meningkat dari 62,7±19,9 menjadi 88,1±5,49 pada kelompok pelatihan dan dari 63,1±19,8 menjadi 88,3±7,05 pada kelompok pembelajaran mandiri (keduanya p<0,001). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada nilai posttest pengetahuan (p=0,455) maupun keterampilan klinis (p=0,767). Selisih nilai pretest dan posttest juga tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok untuk pengetahuan (p=0,888) maupun keterampilan klinis (p=0,944).
Simpulan: Pelatihan dan pembelajaran mandiri menggunakan modul skrining katarak pediatrik sama-sama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis dokter umum secara bermakna. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada hasil maupun besar peningkatan pengetahuan dan keterampilan klinis antara kedua metode, sehingga modul dapat digunakan baik sebagai bagian dari pelatihan maupun sebagai media pembelajaran mandiri bagi dokter umum.
Kata kunci: Katarak pediatrik, pelatihan, pembelajaran mandiri, modul, pengetahuan, keterampilan klinis, dokter umum
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Katarak pediatrik, pelatihan, pembelajaran mandiri, modul, pengetahuan, keterampilan klinis, dokter umum |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:15 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
