Nugraha, Muhammad Dhiaz Tegar Adi and Erowati, Dewi (2026) Peranan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Surakarta dalam Pendampingan Sertifikasi Halal Self Declare bagi Pelaku Usaha Mikro Kuliner. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (589kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_BAB I.pdf - Submitted Version Download (557kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_BAB II.pdf - Submitted Version Download (382kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (847kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (61kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (189kB) |
|
|
Text
Muhammad Dhiaz Tegar_14010122130065_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sertifikasi halal menjadi bagian penting dalam pemenuhan legalitas produk bagi pelaku
usaha mikro dan kecil, termasuk usaha mikro kuliner di Kota Surakarta. Dalam
pelaksanaannya, pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam memahami
persyaratan dan prosedur pengajuan sertifikasi halal, sehingga membutuhkan
pendampingan dari lembaga pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Surakarta dalam pendampingan sertifikasi halal serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
PLUT-KUMKM menjalankan peran sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Peran
fasilitator menjadi peran yang paling dominan melalui pendampingan pemenuhan
persyaratan, penyiapan dokumen, verifikasi bahan dan proses produksi, pengajuan melalui
SIHALAL, serta tindak lanjut terhadap kendala pengajuan. Dalam kerangka Strategic
Triangle, operational capacity menjadi aspek yang paling menonjol dalam pelaksanaan
pendampingan, yang didukung oleh kompetensi pendamping, fasilitas pelayanan, dan
mekanisme pendampingan yang mencakup pemeriksaan, pengajuan, serta tindak lanjut.
Kapasitas tersebut mendukung terbentuknya public value berupa kemudahan dalam
memahami dan menjalani proses sertifikasi serta manfaat sertifikat halal bagi kebutuhan
usaha. Faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan dan kelembagaan serta program
SEHATI, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jangkauan kunjungan
lapangan, kesiapan dan pemahaman pelaku usaha, ketidaksesuaian data pengajuan, kendala
teknis penggunaan SIHALAL, dan keterbatasan kuota SEHATI.
Kata kunci: PLUT-KUMKM, pendampingan, sertifikasi halal, self declare, usaha mikro
kuliner.
194 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 09:04 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 09:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62563 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
