Search for collections on Undip Repository

PRAKTIK STANDAR PEMBUKTIAN MINIMAL DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA. _073 Acara 2026

MUNTE, KEPIN HARYDINATA and Utama, Yos Johan and Putrijanti, Aju (2026) PRAKTIK STANDAR PEMBUKTIAN MINIMAL DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA. _073 Acara 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_COVER.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (659kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_ABSTRAK.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_ABSTRAK.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB I.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (351kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB II.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (378kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB III.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (410kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB IV.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (278kB)
[thumbnail of KEPIN HARYDINATA MUNTE_DAFPUS.pdf] Text
KEPIN HARYDINATA MUNTE_DAFPUS.pdf

Download (335kB)

Abstract

Beban pembuktian dalam sengketa Tata Usaha Negara (TUN) mengharuskan hakim memperoleh keyakinan dari sekurang- kurangnya dua alat bukti sebagaimana diatur Pasal 107 UU Peratun, namun ketentuan tersebut tidak menjelaskan ukuran kualitatif yang digunakan hakim untuk menilai kecukupan bukti dalam praktik.
Penulisan hukum ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis praktik penerapan standar pembuktian minimal oleh hakim dalam menyelesaikan sengketa TUN, sekaligus mengkaji apakah pengaturan yang ada telah menjamin kepastian hukum bagi para pihak, dengan mengambil praktik peradilan di PTUN Semarang sebagai fokus penelitian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif-empiris dengan spesifikasi deskriptif-analitis, bersumber pada bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dilengkapi wawancara dengan hakim PTUN Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat dua alat bukti hanya diperlakukan sebagai ambang batas minimum, sedangkan kecukupan kualitatifnya ditentukan melalui penilaian kasuistis hakim, antara lain pembandingan bukti asli dengan fotokopi, pergeseran beban pembuktian, dan keterbatasan verifikasi bukti elektronik. Dengan demikian, Penulis berpandangan bahwa kepastian hukum atas standar pembuktian minimal akan lebih terjamin apabila pola praktik baik tersebut dituangkan ke dalam pedoman teknis bagi hakim, tanpa perlu membakukannya secara kaku.
Kata kunci : Sengketa Tata Usaha Negara, Peradilan Tata Usaha Negara, Standar Pembuktian Minimal, Kepastian Hukum

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sengketa Tata Usaha Negara, Peradilan Tata Usaha Negara, Standar Pembuktian Minimal, Kepastian Hukum
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Mr Perpus FH1
Date Deposited: 01 Oct 2026 06:24
Last Modified: 01 Oct 2026 06:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62464

Actions (login required)

View Item View Item