Rakhman, Putri Anjani and Budiarsa, Yohanes Thianika (2026) KONSTRUKSI MAKNA ATAS TUBUH NON-NORMATIF THE CREATURE DALAM FILM FRANKENSTEIN (2025). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_BAB I.pdf - Submitted Version Download (695kB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_BAB II.pdf - Submitted Version Download (523kB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (453kB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_BAB V.pdf - Submitted Version Download (339kB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (461kB) |
|
|
Text
Putri Anjani Rakhman_14040122130091_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tubuh yang berbeda dari standar normatif kerap digunakan dalam film horor untuk
membangun citra monstrositas dan kengerian. Film Frankenstein (2025) karya
Guillermo del Toro menghadirkan The Creature melalui tubuh non-normatif, tetapi
sekaligus memberikan ruang bagi emosi, pengalaman, dan subjektivitasnya sebagai
karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teks film
Frankenstein (2025) mengonstruksi makna atas tubuh non-normatif The Creature.
Penelitian menggunakan paradigma kritis, pendekatan deskriptif kualitatif, dan
semiotika John Fiske melalui level realitas, representasi, dan ideologi. Data terdiri
dari 15 adegan yang dipilih secara purposif dengan dimensi Spatial Misfit,
Technological Corporeality, dan Kinaesthetic Misfit sebagai dasar penyaringan
data. Pada level ideologi, konsep spectacle, aesthetic pleasure, dan paradox of
horror digunakan untuk membaca pemaknaan tubuh The Creature. Hasil penelitian
menunjukkan tiga pola utama, yaitu perbedaan tubuh yang memperoleh makna
melalui respons sosial, objektifikasi dan pendefinisian tubuh oleh pihak lain, serta
perkembangan tubuh sebagai sumber ketahanan dan agensi. Temuan tersebut
menunjukkan bahwa makna tubuh non-normatif tidak melekat secara alami pada
kondisi fisik, tetapi dibentuk melalui hubungan sosial, posisi kuasa, dan
representasi film. Tubuh The Creature juga menjadi spectacle ketika perbedaan
fisik, luka, kekuatan, dan regenerasinya terus dijadikan bagian dari daya tarik
tontonan. Proses tersebut memperlihatkan bekerjanya cara pandang normatif
terhadap tubuh, tetapi film juga menghadirkan humanisasi melalui emosi,
kesadaran, relasi sosial, dan agensi The Creature. Dengan demikian, konstruksi
makna tubuh The Creature memperlihatkan hubungan yang ambivalen antara
spektakularisasi tubuh non-normatif dan humanisasi karakter.
Kata kunci: tubuh non-normatif, spectacle, aesthetic pleasure, semiotika John
Fiske, Frankenstein
200 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 07:28 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 07:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
