Liestyaningrum, Inggit and Utami, Widyaningrum and Rukmi, MG Isworo (2026) PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Inggit Liestyaningrum-22010322140035-KTI-ABSTRAK)
Inggit Liestyaningrum-22010322140035-KTI-ABSTRAK.pdf Download (130kB) |
Abstract
Latar Belakang: Gangren merupakan kerusakan jaringan yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti S. aureus, dan P. aeruginosa. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid yang memiliki potensi sebagai antibakteri alami yang akan dipisahkan dengan metode fermentasi. Fermentasi dengan bantuan mikroorganisme, seperti Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY), yang berpotensi meningkatkan aktivitas antibakteri melalui perubahan dan pembentukan senyawa bioaktif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari fermentasi bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap bakteri S. aureus dan P. aeruginosa dengan lama waktu fermentasi yang berbeda.
Metode: Bunga telang yang telah dideterminasi dan difermentasi menggunakan larutan gula dan Scoby selama 0, 7, dan 14 hari. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap S. aureus dan P. Aeruginosa. Daya hambat dinilai berdasarkan pengukuran diameter zona hambat pada media dan dibandingkan dengan antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan melalui metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengetahui komponen bioaktif yang berperan dalam aktivitas antibakteri.
Hasil : Liofilisat kering fermentasi bunga telang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan P. aeruginosa pada semua konsentrasi (30%, 40%, 50%) dan lama fermentasi (0, 7, 14 hari), dengan zona hambat lebih kecil daripada ciprofloxacin. Pada S. aureus, konsentrasi 50% memberikan zona hambat terbesar (12,00 mm pada hari ke-14) dan berbeda bermakna (p<0,05), sedangkan lama fermentasi tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Pada P. aeruginosa, lama fermentasi meningkatkan zona hambat secara bermakna (p<0,05) hingga 11,00 mm pada konsentrasi 50% hari ke-14, sedangkan konsentrasi tidak berpengaruh bermakna (p=0,767). KLT menunjukkan sampel mengandung flavonoid (antosianin), alkaloid, tanin, dan terpenoid, serta negatif saponin dan steroid. Bioautografi menunjukkan zona bening pada bercak antosianin dan terpenoid.
Kesimpulan : Liofilisat kering fermentasi bunga telang berpotensi sebagai antibakteri terhadap S. aureus dan P. aeruginosa. Konsentrasi berpengaruh pada S. aureus, sedangkan lama fermentasi berpengaruh pada P. aeruginosa. Senyawa antosianin dan terpenoid diduga berperan dalam aktivitas tersebut.
Kata kunci: Clitoria ternatea L, Fermentasi, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Clitoria ternatea L, Fermentasi, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Pharmacy |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 06:50 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 06:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
