Zulhadi, Zulhadi and Fitriyah, Fitriyah and Kushandajani, Kushandajani (2026) DARI ISU KEBIJAKAN KE POLITIK ELEKTORAL: BENCANA DAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN LOMBOK UTARA 2020. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover_Zulhadi.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (408kB) |
|
|
Text
Bab 1_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (351kB) |
|
|
Text
Bab 2_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (490kB) |
|
|
Text
Bab 3_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (331kB) |
|
|
Text
Bab 4_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 5_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (974kB) |
|
|
Text
Bab 6_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (318kB) |
|
|
Text
Bab 7_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (424kB) |
|
|
Text
Bab 8_Zulhadi_.pdf - Submitted Version Download (308kB) |
|
|
Text
Dafpus_Zulhadi.pdf - Submitted Version Download (781kB) |
|
|
Text
Lampiran_Zulhadi.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (330kB) |
Abstract
Kajian mengenai kontestasi politik dalam konteks bencana di seluruh dunia
menemukan hasil yang bertentangan. Beberapa penelitian menemukan bahwa
pemilih dapat memberikan penghargaan (retrospeksi penuh perhatian) kepada
petahana dengan menjadikan upaya pemberian bantuan oleh pejabat sebagai bahan
pertimbangan dalam menentukan sikap politiknya. Di sisi yang lain, pemilih dapat
menghukum pejabat petahana tanpa pandang bulu setelah bencana alam terjadi
adalah (retrospeksi buta), dengan menjadikan kinerja penanganan bencana sebagai
penilaian pemilih untuk menghukum petahana berdasarkan kinerja pada saat
menjabat.
Kekalahan petahana NADI pada Pilkada Lombok Utara 2020 membuktikan
bahwa daya dukung sumber daya politik yang kuat seperti: dukungan dari partai
mayoritas, menguasai mesin birokrasi, memiliki kebijakan, anggaran, dan akses
kepada masyarakat lebih terbuka karena posisi sebagai petahana tidak lantas
membuat petahana mampu memenangkan kontestasi Pikada pada situasi bencana.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua petahana mampu mempertahankan
kekuasaannya pada kontestasi politik dalam situasi bencana seperti hasil kajiankajian penelitian terdahulu. Melalui pendekatan Kualitatif-studi kasus, penelitian
ini menganalisis pergeseran isu bencana ke isu kebijakan dengan melihat bencana
sebagai sebuah peristiwa politik elektoral yang dapat memperkuat kekayaan
elektoral kandidat maupun dapat memperlemah kekayaan elektoral kandidat.
Hasil penelitian menemukan bahwa para kandidat menggunakan isu penanganan
bencana sebagai modal utama dalam kampanye para kandiat. Bahwa kekalahan
petahana merupakan Retrospective Multiplication Effect Theory yang terwujud
melalui integrasi misattribusi blink retrospection dan negatif mindful retrospection.
Kegagalan sistemik struktural dan oprasional menjadi pemicu gelombang
kekecewaan publik terhadap petahana pada wilayah akar rumput mengatribusikan
kesalahan politik pada pemimpin di daerah sebagai wujud amuk masa. Kekalahan
petahana pada kontestasi politik Lombok Utara 2020 membuktikan bahwa bencana
alam dapat merusak kekayaan elektoral petahana. Selain itu, penelitian ini juga
menemukan bahwa: (1) Terdapat proses desaklarisasi fenomena yang bergerak
menuju politisasi eksistensial dimana bencana alam menjadi isu kebijakan dan isu
elektoral. (2) Menghasilkan model perilaku pemilih yang tertintegrasi, bahwa
keputusan politik tunduk pada irisan antara keterbatasan struktural pemerintah
pusat dan operasional birokrasi pemerintah daerah yang tidak maksimal. (3)
Terjadinya dekonstruksi tata kelola bencana yang berbasis pada diskonveksittas
asimetri dan expentancy-disconfimation yang terbabaikan sehingga membentuk
persepsi kegagalan dan harapan harapan yang tidak terpenuhi dalam manajemen
bencana. (4) Keruntuhan pada pengelompokan sosial masyarakat dan struktur
kekuasaan dinasti lokal yang bersifat sementara dan hanya bersifat jangka pendek
sebagai wujud amuk elektoral sesaat. (5) Munculnya political Nexus dan ekspanasi
vi
komprehenship vulnerabilty berdasarkan integrasi struktural dan agensi. Penelitian
di masa akan datang dapat memperdalam bencana sebagai sebuah peristiwa politik
yang dapat mendorong atau memperlemah kekayaan elektoral petahana dilihat dari
aspek eksternal maupun internal petahana, selain itu penelitian lanjutan juga dapat
mengeksplorasi peran media sosial sebagai ruang kontestasi kekuasaan.
Kata Kunci: Kebijakan, Politik Electoral, Retrospective Multiplication Effect dan
Kekalahan Petahana.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Social Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 02:39 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 02:39 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
