Nisa, Wulan Khoirun (2026) KERAGAMAN GENOTIPE MELON GENERASI SELFING KETIGA (S3-PL DAN S3-ME) BERDASARKAN PENANDA SIMPLE SEQUENCE REPEAT (SSR). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Lampiran dan Biodata_Skripsi_wulan khoirun nisa.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (904kB) |
|
|
Text
Cover-Bab III.pdf Download (923kB) |
|
|
Text
Bab 4-Daftar Pustaka_Wulan Khoirun Nisa.pdf Download (1MB) |
Abstract
WULAN KHOIRUN NISA. 23020222120014. 2026. Keragaman Genotipe Melon Generasi Selfing Ketiga (S3-PL dan S3-ME) Berdasarkan Penanda Simple Sequence Repeat (SSR). (Pembimbing: BAGUS HERWIBAWA dan SYAIFUL ANWAR).
Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2025 – Mei 2026 di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genotipe melon generasi selfing ketiga (S3-PL dan S3-ME) berdasarkan penanda simple sequence repeat (SSR) serta menganalisis hubungan pola alel marka SSR dengan karakter fenotipe buah melon.
Penelitian menggunakan dua populasi melon S3, yaitu S3-PL dan S3-ME, masing-masing 25 individu. Sebanyak 10 individu dari setiap populasi dipilih melalui simple random sampling tanpa pengembalian, sehingga total sampel berjumlah 20 individu. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel, ekstraksi DNA dengan CTAB 3%, uji kuantitas dan kualitas DNA, amplifikasi DNA menggunakan PCR dengan 10 primer SSR, visualisasi hasil PCR melalui elektroforesis gel agarosa 1,5%, serta skoring pola pita DNA. Data hasil skoring dianalisis untuk mengetahui jumlah alel, nilai polymorphic information content (PIC), heterozigositas teramati (Ho), heterozigositas harapan (He), Shannon’s Information Index (I), koefisien inbreeding (F), serta korelasi Spearman antara pola alel dan karakter fenotipe.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi melon S3-PL dan S3-ME masih memiliki keragaman genetik berdasarkan penanda SSR. Lima dari sepuluh marka bersifat polimorfik, yaitu CMAG59, CMTCN38, CMN238, CMN21-06, dan CMMS35-5, sedangkan lima marka lainnya bersifat monomorfik, sehingga persentase lokus polimorfis sebesar 50%. Nilai PIC berkisar antara 0,000–0,696, dengan CMTCN38 memiliki nilai tertinggi sebesar 0,696. Analisis gabungan sepuluh marka menghasilkan nilai heterozigositas teramati (Ho) sebesar 0,155, heterozigositas harapan (He) sebesar 0,265, Shannon’s Information Index (I) sebesar 0,405, dan koefisien inbreeding (F) sebesar 0,416. Genotipe dalam populasi yang sama cenderung memiliki kemiripan genetik yang lebih tinggi dibandingkan genotipe antarpopulasi, sedangkan heterozigositas masih ditemukan terutama pada lokus CMAG59 dan CMTCN38. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keragaman genetik pada generasi S3 belum sepenuhnya terfiksasi. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa beberapa pola alel memiliki hubungan dengan karakter fenotipe tanaman dan buah melon, tetapi hubungan tersebut masih memerlukan validasi lebih lanjut. Secara keseluruhan, populasi S3-PL dan S3-ME masih menunjukkan keragaman genetik berdasarkan marka SSR yang dianalisis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 09:11 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 09:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/62056 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
