BASKORO, Herlan (2015) ANALISIS KOMPARATIF KETIMPANGAN WILAYAH DI INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DESENTRALIASI FISKAL (Studi Kasus Tahun 1987-2014). Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1.S- COVER- 12020110141031.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4.S- ABSTRACT- 12020110141031.pdf - Published Version Download (578kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5.S- ABSTRAK- 12020110141031.pdf - Published Version Download (516kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6.S- DAFTAR ISI- 12020110141031.pdf - Published Version Download (525kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12.S- DAFTAR PUSTAKA- 12020110141031.pdf - Published Version Download (583kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16.S- FULLTEXT PDF BOOKMARKS- 12020110141031.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki masalah ketimpangan
wilayah yang setiap tahunnya selalu meningkat. Kebijakan otonomi daerah dan
desentralisasi fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat diharapkan mampu
mengatasi masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan
pola ketimpangan wilayah di Indonesia sebelum dan sesudah implementasi
kebijakan desentralisasi fiskal selama periode tahun 1987-2014 dan bagaimana
pengaruh dari kebijakan ini terhadap ketimpangan.
Penelitian ini menggunakan teori kuznet dalam melihat pengaruh
pertumbuhan ekonomi, hukum wagner dalam melihat pengaruh rasio pajak
daerah, teori kutub pertumbuhan dalam melihat pengaruh derajat desentralisasi,
dan teori pengeluaran pemerintah. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu
dengan persamaan model regresi berganda. Untuk mengetahui perbedaan pola
ketimpangan wilayah, penelitian ini menggunakan uji Chow.
Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh kebijakan
desentralisasi fiskal terhadap ketimpangan wilayah yang terjadi di Indonesia. Lalu
terdapat perbedaan pola ketimpangan wilayah sebelum dan sesudah kebijakan
desentralisasi fiskal, dengan melihat pengaruh dari variabel dummy desentralisasi
dan dengan melihat nilai F-hitung 2.120394 > F tabel 2,069 dari hasil uji Chow.
Pada model utama ketimpangan wilayah lebih mempengaruhi ketimpangan
dibanding pada model komparatif ketimpangan wilayah. Dalam menurunkan
ketimpangan wilayah dibutuhkan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
dan berorientasi pada pemerataan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Daerah, Ketimpangan, Fiskal, Desetralisasi, Indonesia. |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | Mr Sulamul Hadi |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:07 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61883 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
