Seldatama, Shayla Aurelya (2026) EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PERKEBUNAN DI KAWASAN TRANSMIGRASI WAY TUBA KABUPATEN WAY KANAN. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
BAB 1-3.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
LAMPIRAN - DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4-DAFTAR PUSTAKA (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menentukan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman karet, kelapa sawit, tebu, dan kakao, mengidentifikasi faktor pembatas dominan, serta menyusun arahan pengelolaan lahan spesifik lokasi di Kawasan Transmigrasi Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Sejauh penelusuran pustaka yang dilakukan penulis, belum ditemukan penelitian yang mengevaluasi empat komoditas perkebunan secara simultan pada skala detail 1:25.000 berbasis satuan unit lahan disertai simulasi kesesuaian lahan potensial spesifik lokasi. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga April 2026 pada wilayah seluas 49.465,16 ha yang tersebar di empat kecamatan. Metode yang digunakan adalah survei dan pemetaan melalui overlay peta jenis tanah, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng menggunakan ArcGIS 10.8 sehingga diperoleh 10 satuan unit lahan. Pengamatan lapangan dilakukan untuk menentukan drainase dan kedalaman efektif tanah, sedangkan analisis laboratorium meliputi tekstur tanah, KTK, pH, C-organik, N-total, P₂O₅, dan K₂O. Data temperatur udara, curah hujan, dan kelembapan udara. Seluruh karakteristik lahan kemudian dicocokkan dengan persyaratan tumbuh komoditas menggunakan Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) yang mengacu pada Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian dan FAO. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh satuan unit lahan (I – X) termasuk kelas kesesuaian lahan aktual S3 (sesuai marginal). Faktor pembatas utama meliputi drainase terhambat, tekstur tanah agak kasar, retensi hara rendah, reaksi tanah masam, ketersediaan hara rendah, serta kelembapan udara tinggi pada kakao. Setelah dilakukan perbaikan lahan, tanaman karet, kelapa sawit, dan tebu meningkat menjadi kelas S2 pada sembilan satuan unit lahan (I dan III – X), sedangkan unit lahan II tetap berada pada kelas S3 karena tekstur tanah yang bersifat permanen. Kakao tetap berada pada kelas S3 pada seluruh satuan unit lahan akibat faktor pembatas kelembapan udara. Berdasarkan hasil evaluasi biofisik dan pembahasan rekomendasi, karet dan kelapa sawit direkomendasikan sebagai komoditas utama untuk dikembangkan di Kawasan Transmigrasi Way Tuba, sedangkan tebu menjadi komoditas alternatif. Arahan pengelolaan lahan meliputi perbaikan drainase, pengapuran, penambahan bahan organik, serta pemupukan berimbang sesuai kondisi tanah dan kebutuhan hara tanaman.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 04:23 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 04:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
