CANDRA DEVI, ANNESHA ELLATIVA KAY (2023) PENGARUH PEMBERIAN MIKROKAPSUL Bacillus paramycoides TERHADAP JUMLAH TOTAL HEMOSIT PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIINFEKSI Vibrio anguillarum (23da622). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Annesha Ellativa Kay Candra Devi 23da622 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas produk hasil
budidaya air payau yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penyakit Vibriosis yang
disebabkan bakteri dari Genus Vibrio berpotensi menjadi kendala utama dalam
budidaya udang vaname. Salah satu bakteri penyebab Vibriosis adalah Vibrio
anguillarum. Pengobatan vibriosis masih mengandalkan antibiotik secara terus
menerus sehingga di khawatirkan akan menimbulkan resistensi bakteri patogen dan
meninggalkan residu pada udang vaname. Oleh karena itu, diperlukan alternatif
pengobatan penyakit vibriosis yang aman bagi udang vaname, salah satunya adalah
dengan pemberian imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian imunostimulan dan dosis terbaik dalam bentuk mikrokapsul
bakteri Bacillus paramycoides terhadap jumlah total hemosit pada udang vaname
yang diinjeksi Vibrio anguillarum. Penelitian menggunakan metode eksperimental
dengan model Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.
Dosis mikrokapsul bakteri Bacillus paramycoides yang diberikan pada setiap
perlakuan yaitu A (0 g/L), B (0,5 g/L), C (1 g/L), dan D (1,5 g/L). Setelah dilakukan
aplikasi mikrokapsul dengan waktu 7 hari kemudian dilakukan penyuntikan bakteri
Vibrio anguillarum pada hari ke – 8, dan dilakukan pemeliharaan kembali tanpa
pemberian mikrokapsul sampai hari ke – 14. Selanjutnya dilakukan pengamatan
gejala klinis, kelulushidupan (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), jumlah total
hemosit (THC), dan kualitas air. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa
pemberian imunostimulan dalam bentuk mikrokapsul bakteri Bacillus
paramycoides memberi pengaruh terhadap pemulihan gejala klinis udang vaname
yang sebelumnya telah diinjeksi Vibrio anguillarum. Selain itu pemberian
mikrokapsul bakteri Bacillus paramycoides berpengaruh nyata terhadap
kelulushidupan (SR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan jumlah total hemosit
(THC). Kualitas air pada setiap perlakuan termasuk dalam kategori baik. Secara
keseluruhan, hasil terbaik aplikasi mikrokapsul bakteri Bacillus paramycoides pada
udang vaname yang diinjeksi Vibrio anguillarum pada perlakuan D (1,5 g/L)
dengan kelulushidupan tertinggi (66,67%), laju pertumbuhan spesifik (1,27%/hari),
dan jumlah total hemosit (4,01 x 107 sel/ml).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | L. vannamei, mikrokapsul Bacillus paramycoides, Vibrio anguillarum |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 06:38 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 06:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
