Search for collections on Undip Repository

ANALISIS HUBUNGAN LEBAR KARAPAS – BOBOT DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD, KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI PERAIRAN KENDAL, JAWA TENGAH (23dsa601)

DWI PUTRA, MUHAMMAD ARDINAN (2023) ANALISIS HUBUNGAN LEBAR KARAPAS – BOBOT DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD, KEPITING BAKAU (Scylla spp.) DI PERAIRAN KENDAL, JAWA TENGAH (23dsa601). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Muhammad Ardinan Dwi Putra 23dsa601 FULL.pdf] Text
Muhammad Ardinan Dwi Putra 23dsa601 FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kepiting bakau (Scylla spp.) mempunyai nilai ekonomis penting di
masyarakat. Persebaran Kepiting bakau hampir di seluruh kawasan pesisir
Indonesia, yang memiliki ekosistem mangrove termasuk di Perairan Kendal.
Masyarakat di daerah Kendal umumnya menangkap kepiting bakau sebagai bahan
pangan disamping untuk memenuhi permintaan pasar. Peningkatan permintaan
kepiting bakau dapat menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lebar karapas dan bobot, faktor
kondisi, ukuran pertama kali kepiting bakau tertangkap, tingkat kematangan gonad.
Pelaksanaan sampling dilaksanakan satu kali setiap bulan dimulai bulan September
hingga Desember 2022 dengan total sampel 79 ekor. Data yang dikumpulkan yaitu
data primer, berupa lebar kepiting yang diukur dari ujung karapas sebelah kanan
sampai sebelah kiri atau sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
koefisien regresi (b) dari persamaan adalah sebesar 2,662, Kepiting bakau memiliki
pola pertumbuhan alometrik negatif (b=2,662), yang dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan lebar kepiting Bakau lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan
bobotnya. nilai faktor kondisi kepiting bakau berkisar 0,8 – 1,0 dengan nilai faktor
kondisi terbesar adalah 1,097. Ukuran pertama kali kepiting bakau tertangkap
(CWC50%) di Perairan Kendal yaitu 93,65 mm, lebar tersebut kurang baik karena
tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Permen-KP No. 16/Permen
KP/2022 tentang pengelolaan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan
rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia yang menyatakan
bahwa penangkapan kepiting hanya boleh dilakukan apabila lebar karapas di atas
12 (dua belas) centimeter per ekor. Tingkat kematangan gonad didominasi oleh
TKG I artinya hasil tangkapan kepiting bakau didominasi oleh kepiting yang belum
matang gonad.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Faktor Kondisi, Hubungan Lebar Bobot, Kepiting Bakau, Perairan Kendal
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:52
Last Modified: 24 Sep 2026 02:52
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61741

Actions (login required)

View Item View Item