FAKHIRAH, ARIFA NUR (2023) DETEKSI KEBERADAAN WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA KERANG DARAH (Tegillarca granosa) DI TAMBAK UDANG VANAME (Penaeus vannamei) (23da599). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Arifa Nur Fakhirah 23da599 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan salah satu virus yang
menyerang invertebrata bentik secara global serta menjadi masalah yang serius bagi
udang yang dibudidayakan secara komersial. Kerang darah yang dibudidayakan
bersama dengan udang vaname berpotensi mengandung WSSV karena sifat virus
yang generalis. Kerang yang bersifat sebagai filter feeder menyaring seluruh zat
yang ada di tambak sehingga agen penyakit bintik putih bisa dengan mudah masuk
dan menyerang kerang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan
kerang darah (Tegillarca granosa) yang potensial mengandung WSSV di tambak
tradisional udang vaname (Penaeus vannamei). Penelitian ini dilakukan pada bulan
Maret – Juni 2023 di Tambakbulusan, Kab. Demak dengan jumlah dua tambak
polikultur yang membudidayakan kerang dan udang dan masing masing tambak
diambil sebanyak lima titik sampling. Total sampel yang diambil terdiri dari 60
sampel udang dan 70 sampel kerang. Pemeriksaan PCR dilakukan dengan
menggunakan sistem pooling dimana dalam satu pooling terdiri 2-5 ekor kerang
atau udang yang mewakili masing masing titik di setiap tambak. Pemeriksaan
WSSV dilakukan secara makroskopik yakni dengan melihat gejala klinis udang dan
kerang serta molekular yakni dengan pemeriksaan menggunakan Polymerase
Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 pooling
kerang darah yang dinyatakan positif WSSV pada nested PCR dari total 60 pooling
sampel yang telah diteliti. Kemunculan pita pada 383 bp yang dihasilkan dari nested
PCR menunjukkan bahwa sampel terinfeksi WSSV ringan. Berdasarkan pada hasil
makroskopis, kerang yang telah teridentifikasi WSSV menunjukkan gejala klinis
berupa warna insang berubah menjadi pucat. Adapun nilai prevalensi sampel yang
terinfeksi WSSV menunjukkan hasil sebesar 41,5% yang berarti serangan WSSV
di Tambakbulusan, Kab. Demak termasuk kategori umum terkena WSSV.
Meskipun begitu, seluruh sampel udang vaname yang telah diuji tidak menyatakan
kondisi positif WSSV. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kerang darah terinfeksi
ringan WSSV dengan nilai prevalensi yang cukup tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kerang Darah, PCR, Vektor, WSSV |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 02:40 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 02:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61739 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
