ARJANARDI, NUR MUHAMAD and CAHYADI, BONDAN IRTANI and Sasongko, Himawan (2026) STUDI JARAK PLIKA VOKALIS HINGGA KARINA TRAKEA: ACUAN KLINIS KEDALAMAN PIPA ENDOTRAKEAL PADA USIA DEWASA DI INDONESIA. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text (NUR MUHAMAD ARJANARDI-22041022320018-TESIS-ABSTRAK)
NUR MUHAMAD ARJANARDI-22041022320018-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (139kB) |
Abstract
Latar Belakang: Pemasangan pipa endotrakeal (ETT) yang optimal merupakan faktor penting dalam menjaga keamanan jalan napas selama anestesi umum. Kedalaman ETT yang kurang tepat dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Perbedaan karakteristik antropometri menyebabkan penggunaan standar kedalaman ETT universal belum tentu sesuai untuk populasi Indonesia.
Tujuan: Mengetahui karakteristik anatomi jalan napas dan rekomendasi kedalaman ETT pada orang dewasa di Indonesia
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada pasien dewasa yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Pengukuran variabel menggunakan fiberoptic bronchoscope (FOB). Analisis data menggunakan aplikasi SPSS meliputi analisis univariat, uji normalitas data (Kolmogorov-Smirnov), analisis bivariat (uji Independent t-test atau Mann-Whitney dan uji korelasi Pearson atau Spearman), serta analisis multivariat untuk menentukan formula kedalaman ETT.
Hasil: Rerata jarak bibir-karina sebesar 22,42 cm, jarak bibir-plika vokalis 9,77 cm, jarak plika vokalis-karina 12,46 cm, dan rekomendasi kedalaman ETT 18,24 cm. Jenis kelamin berhubungan bermakna terhadap karakteristik anatomi jalan napas, dengan ukuran jalan napas laki-laki lebih panjang dibandingkan perempuan. Tinggi badan berhubungan positif dan bermakna terhadap panjang jalan napas serta kedalaman ETT, sedangkan berat badan menunjukkan korelasi lemah. Formula prediksi kedalaman ETT optimal yang diperoleh adalah: kedalaman ETT (cm) = 1,350 + (0,114 × tinggi badan [cm]) − (0,935 × jenis kelamin).
Kesimpulan: Karakteristik panjang jalan napas relatif sebanding dengan populasi luar dan kedalaman optimal ETT lebih pendek dibandingkan standar universal; tinggi badan dan jenis kelamin merupakan prediktor terkuat. Formula berbasis antropometri lokal dapat membantu menentukan kedalaman ETT.
Kata kunci: intubasi endotrakeal, jarak plika vokalis-karina, kedalaman ETT.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | intubasi endotrakeal, jarak plika vokalis-karina, kedalaman ETT. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 16 Oct 2026 08:33 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 08:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
