HERIYANTO, AGUNG MAHENDRA (2023) PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN LARVA DALAM EKSTRAK KEDELAI TERHADAP FEMINISASI IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) (23da575). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Agung Mahendra Heriyanto 23da575 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Jenis Kelamin betina pada ikan tawes memiliki laju pertumbuhan lebih
cepat dibandingkan dengan jenis kelamin jantan. Lama perendaman dengan
ekstrak kedelai mampu mempengaruhi rasio jenis kelamin ikan tawes jantan
menjadi betina. Pemilihan ekstrak kedelai untuk rekayasa jenis kelamin ikan
tawes tersebut berdasarkan kandungan isovlafon yang tinggi pada kacang kedelai
untuk proses rekayasa jenis kelamin ikan tawes. Kandungan yang terdapat pada
minyak kedelai memiliki enam asam lemak dan isoflavon yang terdiri dari
genistein dan daidzein. Isolflavon mampu menurunkan kadar testosteron yang
terdapat pada sel leydig. Sel leydig dapat ditemukan di luar tubulus seminiferous
yang berfungsi untuk memproduksi hormon testosteron yang dikontrol oleh
luteinizing hormon (LH). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan
menentukan pengaruh lama waktu perendaman larva dalam ekstrak kedelai
terhadap feminisasi ikan tawes (Barbonymus gonionotus). Penelitian ini dilakukan
selama 60 hari dimulai pada tanggal Maret – Mei 2023 di Balai Budidaya Ikan
Air Tawar (BBIAT) Muntilan, Magelang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Penelitian ini dilakukan dengan ikan uji yaitu larva ikan tawes berumur 2 hari
dengan kepadatan 30 ekor/wadah. Perlakuan ini menggunakan metode
eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3
ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu Perendaman dengan ekstrak kedelai
dosis 0,20 g/l selama 0 jam (Perlakuan A), selama 1 jam (Perlakuan B), selama 2
jam (Perlakuan C), dan selama 3 jam (Perlakuan D). Variabel yang diamati
meliputi rasio jenis kelamin, survival rate dan kualitas air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa persentase kelamin betina terbaik sebesar 69,21±2,81%
(Perlakuan C). Survival rate terbaik dengan nilai sebesar 56,67% (Perlakuan B).
Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kedelai dengan lama
waktu 2 jam berpengaruh terhadap rasio jenis kelamin betina ikan tawes.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak kedelai, feminisasi, lama perendaman, tawes. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 02:56 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 02:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61549 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
