SARI, NUR ADILA (2026) FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI WILAYAH TADAH HUJAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP STATUS GIZI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO NURADILA.pdf - Published Version Download (418kB) |
Abstract
Kondisi sosial ekonomi berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan dapat berdampak pada status gizi balita, terutama di wilayah pertanian tadah hujan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan dan keberagaman pangan rumah tangga, serta hubungan keduanya dengan status gizi balita di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 106 rumah tangga yang memiliki balita usia 12–60 bulan, dipilih secara simple random sampling. Pengukuran meliputi dua variabel: ketahanan pangan dengan indikator Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS), serta keberagaman pangan dengan dua indikator, yaitu Pola Pangan Harapan (PPH) dan Household Dietary Diversity Score (HDDS). Status gizi balita dinilai berdasarkan BB/TB, BB/U, TB/U, dan IMT/U. Data dianalisis dengan uji Chi-Square, korelasi Rank Spearman, dan analisis multivariat. Sebagian besar rumah tangga tergolong tahan pangan (HFIAS 69,8%), keberagaman pangan cukup (PPH 59,4%), dan keberagaman pangan sedang (HDDS 66,0%). Pendapatan keluarga, pekerjaan ayah, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga berhubungan dengan ketahanan pangan (HFIAS); pendapatan keluarga, pekerjaan ayah, dan jumlah anggota keluarga berhubungan dengan keberagaman pangan (PPH); serta pendapatan keluarga, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga berhubungan dengan keberagaman pangan (HDDS), semua p<0,05. Keberagaman pangan berkorelasi signifikan dengan seluruh indeks status gizi, sedangkan ketahanan pangan berkorelasi dengan BB/TB, BB/U, dan IMT/U, tetapi tidak dengan TB/U. Analisis multivariat menunjukkan pendidikan ibu ≥SMA (p=0,028; OR=2,054; 95% CI: 1,081–3,901) dan jumlah anggota keluarga <4 orang (p=0,017; OR=0,293; 95% CI: 0,107–0,804) berhubungan signifikan dengan HFIAS. Pada PPH, jumlah anggota keluarga <4 orang (p=0,006; OR=0,331; 95% CI: 0,151–0,727) dan pendapatan keluarga ≥UMR (p=0,048; OR=2,638; 95% CI: 1,009–6,986) berhubungan signifikan. Jumlah anggota keluarga <4 orang juga berhubungan signifikan dengan HDDS (p=0,007; OR=0,331; 95% CI: 0,147–0,743). Faktor sosial ekonomi berhubungan dengan ketahanan pangan dan keberagaman pangan rumah tangga, dan keduanya berhubungan dengan status gizi balita.
Kata Kunci: ketahanan pangan rumah tangga; rumah tangga petani; wilayah tadah hujan; keberagaman pangan; status gizi; balita.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 04:40 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 04:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
