ALADDIN, AGIL and Sukirno, Sukirno and Triyono, Triyono (2017) KEDUDUKAN ANAK ANGKAT DALAM HUKUM WARIS ADAT, DI DESA KEDUNGWUNI TIMUR, KECAMATAN KEDUNGWUNI, KABUPATEN PEKALONGAN. _119 PDT 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
119 AGIL ALADDIN - cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - abstrak.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (127kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (149kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (144kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (71kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - dapus.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
119 AGIL ALADDIN - lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (214kB) |
Abstract
Dalam sebuah perkawinan suami istri diharapkan dapat mempunyai
keturunan yang baik dan diharapkan dapat meneruskan cita-cita orang tuanya. Suatu perkawinan dapat dikatakan belum sempurna bila suami istri belum dikaruniai anak, karena mempunyai kedudukan penting dan merupakan salah satu tujuan dari sebuah perkawinan. Suatu keluarga baru dikatakan lengkap apabila terdiri dari seorang ayah, ibu, dan anak. Pelaksanaan pengangkatan anak pada umumnya terjadi apabila pasangan suami istri belum atau tidak mempunyai anak, keinginan untuk mempunyai anak merupakan naluri dari manusia itu sendiri, akan tetapi karena karena kehendak Tuhan, keinginan mempunyai anak tidak tercapai.
Untuk mengatasi hal tersebut yaitu keinginan untuk mempunyai anak adalah melaksanakan pengangkatan anak atau adopsi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu melakukan pengumpulan data dan bahan hukum, baik primer maupun sekunder, dengan melakukan penelitian bahan sekunder terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer di lapangan.
Pelaksanaan pengangkatan anak yang dilakukan di Desa Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dilakukan dengan cara terang dan tunai, meskipun begitu terdapat warga yang melakukan pengangkatan anak dengan tidak terang dan tidak tunai yang sesuai dengan hukum adat yang
berlaku di daerah Jawa.
Dalam sistem pembagian waris menggunakan pewarisan individual yang berarti tidak membedakan jenis kelamin, artinya laki-laki atau perempuan sama-sama mempunyai hak dalam mewaris harta gono-gini yang diwariskan dari orang tua angkatnya, serta mendapat warisan dari orang tua kandungnya. Di dalam Hukum Adat anak angkat hanya mewaris dari orang tua angkatnya sebatas pada
harta gono-gini saja tidak termasuk harta bawaan serta mendapat memperoleh warisan dari orang tua kandungnya, maka dikatakan bahwa hubungan anak angkat dengan orang tua kandungnya tidak putus hubungannya.
Kata Kunci : Kedudukan Hukum, Anak Angkat, Sistem Pewarisan Adat
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kedudukan Hukum, Anak Angkat, Sistem Pewarisan Adat |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 02:07 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 02:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
