ISTIQOMAH, YULIANA (2023) PENGARUH DOSIS EKSTRAK KEDELAI (Glycine max) DENGAN METODE PERENDAMAN TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN DAN PERTUMBUHAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus) (23da569). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Yuliana Istiqomah 23da569 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan Indigenous spesies dari
Jawa. Tawes menjadi salah satu ikan konsumsi yang memiliki pertumbuhan betina
lebih cepat dibandingkan jantan, sehingga akan sangat menguntungkan apabila
dilakukan feminisasi. Pengarahan jenis kelamin ikan melalui feminisasi banyak
dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan hormon sintesis seperti hormon
estradiol. Akan tetapi, penggunaan hormon ini berpotensi berbahaya karena bersifat
karsinogenik. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan feminisasi
secara biologis menggunakan hormon alami dari ekstrak tumbuh-tumbuhan, salah
satunya yaitu ekstrak kedelai (G. max). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh dan dosis terbaik ekstrak kedelai (G. max) dengan metode
perendaman terhadap rasio jenis kelamin dan pertumbuhan ikan tawes (B.
gonionotus). Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan desain penelitian
rancangan acak lengkap 4 perlakuan dengan 3 pengulangan yaitu perlakuan A
(dosis 0 g/L), perlakuan B (dosis 0,10 g/L), perlakuan C (dosis 0,20 g/L), perlakuan
D (dosis 0,30 g/L) dengan lama perendaman 2 jam. Ikan uji yang digunakan adalah
larva ikan tawes (B. gonionotus) berumur 2 hari setelah menetas. Pemeliharaan
dilakukan selama 60 hari dengan jumlah ikan tiap ulangan 30 ekor. Data yang
diambil meliputi persentase jenis kelamin, TKP, laju pertumbuhan panjang mutlak,
laju pertumbuhan bobot mutlak, SGR, FCR, SR dan kualitas air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perendaman larva dengan dosis ekstrak kedelai yang berbeda
berpengaruh nyata (P˂0,05) terhadap rasio jenis kelamin ikan tawes dan tidak
berpengaruh nyata (P˃0,05) terhadap nilai total konsumsi pakan, pertumbuhan
panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, SGR, FCR dan SR ikan tawes.
Berdasarkan hasil tersebut dosis ekstrak kedelai pada perendaman larva tawes
perlakuan B, C dan D menunjukkan nilai yang sama dan menghasilkan persentase
jenis kelamin betina sebesar 63,83±1,17% - 67,60±3,46%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak kedelai, feminisasi, tawes, perendaman, sex reversal. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 04:19 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 04:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61422 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
