SISWANTO, Bambang (2020) Model Ekonomi Pengendalian Daya Rusak Air Tanah di Kota Semarang: Pendekatan Game Theory dan Eksperimen Ekonomi. Doctoral thesis, UNDIP : Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
|
Text (Cover)
1. D - Cover - 12020113510011.pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. D - Abstark (Inggris) - 12020113510011.pdf - Published Version Download (451kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. D - Abstrak (Indonesia) - 12020113510011.pdf - Published Version Download (600kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. D - Daftar Isi - 12020113510011.pdf - Published Version Download (591kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
13. D - Daftar Pustaka - 12020113510011.pdf - Published Version Download (774kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
17. D - Fulltext PDF Bookmarks - 12020113510011.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
BAMBANG SISWANTO. Model Ekonomi Pengendalian Daya Rusak Air Tanah
Di Kota Semarang: Pendekatan Game Theory dan Eksperimen Ekonomi.
Dibimbing oleh Prof. Dr. F.X. SUGIYANTO, MS dan AKHMAD SYAKIR
KURNIA, Ph.D.
Latar Belakang. Pengambilan air tanah di Kota Semarang diduga telah turut
mengakibatkan munculnya daya rusak air tanah. Penurunan permukaan tanah
dilaporkan Soedarsono dan Marfai (2012) terjadi di berbagai wilayah Kota
Semarang, terutama wilayah yang lokasinya relatif dekat dengan pantai. Laju
penurunan permukaan tanah di kawasan Pantai Marina (241,75 ha), kawasan
Marina, Indoperkasa Usahatama, PRPP (254,75 ha), Tanah Mas REI, Kuningan,
Dadapsari, Bandarharjo, Tanjung Mas (1.020,08 ha), kawasan Unissula – Genuk
(857,03 ha) pada tahun 2010 termasuk kategori tinggi (lebih dari 0,2 meter per
tahun). Kawasan LIK Bugangan, Muktiharjo, Tlogosari (1.412,49 ha),Indraprasta,
Tugu Muda, Sekayu (70,99 ha), Puri Anjasmoro, Karangayu (758,93 ha),
Bulustalan, Pekunden, Jalan Pandanaran (435,53 ha), Jalan Depok – Kauman
(1.067,03 ha) termasuk kategori sedang (0,1 - 0,2 meter per tahun). Kawasan
Genuksari – Kauman (630,01 ha), Kalicari, Kekancan Mukti (371,59 ha), Wonodri,
Lamper, Sendangguwo (4.134,78 ha) termasuk kategori rendah (kurang dari 0,1
meter per tahun).
Suhartono et al. (2013) mengukur intrusi air asin dari konsentrasi khlorida
pada air tanah di delapan sumur pantau, yaitu STM Perkapalan, PRPP, Pelabuhan
Tanjung Mas, Kimia Farma, LIK Kaligawe, Simpang Lima, Sandratex, P.T.
Pancajaya. Konsentrasi khlorida kurang dari 250 mg/l air tanah dinyatakan baik dan
layak diminum, diatas 250 mg/l dinyatakan air tidak bisa diminum, sedangkan
diatas 1.000 mg/l dinyatakan air tercemar. Pada tahun 2013 dilaporkan hampir
semua sumur pantau yang diamati menunjukkan air tanah yang tidak layak
diminum, kecuali sumur pantau Kimia Farma. Sumur pantau STM Perkapalan dan
LIK Kaligawe menunjukkan air tanah sudah tercemar. Pada tahun 1992 air tanah di
hampir semua sumur pantau layak diminum, kecuali air tanah di sumur pantau STM
Perkapalan tidak layak diminum tetapi belum masuk kategori tercemar.
Air tanah termasuk kategori common pool resources (CPRs) dan rezim
pengelolaannya bersifat bebas diakses oleh siapapun (open acces). Hardin (1968)
membuat metafora yang menunjukkan akhir dari pemanfaatan CPRs pada situasi
open accsess adalah kerusakan dan kehancuran sumber daya tersebut (tragedy of
the commons).
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Doctor Program in Economics |
| Depositing User: | Gumantiko FEB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 07:46 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 07:46 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
