Afia, Syahnaz Nazhifah (2026) ANTARA RUMAH DAN INDUSTRI: NEGOSIASI PERAN IBU RUMAH TANGGA PENGRAJIN RAJUT DALAM KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI RAJUT BINONG JATI, KOTA BANDUNG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA701 SKRIPSI_Syahnaz Nazhifah Afia_13040222140135 ok_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA701 SKRIPSI_Syahnaz Nazhifah Afia_13040222140135 ok_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA701 SKRIPSI_Syahnaz Nazhifah Afia_13040222140135 ok_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA701 SKRIPSI_Syahnaz Nazhifah Afia_13040222140135 ok_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA701 SKRIPSI_Syahnaz Nazhifah Afia_13040222140135 ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Industri rajut Binong Jati merupakan salah satu sentra industri rumahan di Kota
Bandung yang keberlangsungannya tidak terlepas dari keterlibatan perempuan
sebagai tenaga kerja. Perempuan khususnya ibu rumah tangga tidak hanya terlibat
dalam pekerjaan produktif untuk memperoleh pendapatan, tetapi juga tetap
menjalankan berbagai tanggung jawab pekerjaan reproduktif dalam kehidupan
rumah tangga. Kondisi tersebut menunjukkan adanya beban ganda ketika
keterlibatan perempuan dalam pekerjaan produktif tidak diikuti dengan
berkurangnya tanggung jawab reproduktif di dalam keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengalaman perempuan pengrajin rajut dalam
menjalankan pekerjaan produktif dan reproduktif, memahami bentuk negosiasi
yang dilakukan dalam menjalankan kedua peran tersebut, serta melihat bagaimana
norma sosial membentuk dan menormalisasi pengalaman tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi
terhadap perempuan pengrajin rajut serta aktor lain yang terlibat dalam industri
rajut Binong Jati. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data,
penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Konsep The Second Shift
dari Arlie Hochschild digunakan sebagai landasan utama untuk memahami
bagaimana pekerjaan reproduktif dan pengasuhan tetap menjadi tanggung jawab
perempuan setelah menjalankan pekerjaan produktif. Konsep agency digunakan
untuk melihat kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan dan
menegosiasikan perannya, sedangkan pemikiran Ortner mengenai nature-culture
digunakan sebagai pendukung untuk memahami pembentukan pembagian peran
berdasarkan jenis kelamin. Perspektif Michel Foucault mengenai disiplin dan
normalisasi digunakan untuk melihat bagaimana tuntutan tersebut diinternalisasi
dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan
secara aktif menyesuaikan jenis pekerjaan, waktu, dan prioritas agar pekerjaan
produktif dan domestik dapat berjalan bersamaan. Namun, fleksibilitas tersebut
tidak menghilangkan beban ganda karena tanggung jawab rumah tangga tetap lebih
banyak berada pada perempuan. Kondisi tersebut kemudian dinormalisasi melalui
kebiasaan dan tuntutan mengenai perempuan sebagai ibu dan istri yang
bertanggung jawab, sehingga perempuan turut mendisiplinkan waktu, tenaga, dan
tubuhnya untuk memenuhi berbagai tuntutan tersebut.
Kata Kunci: Perempuan pekerja, Ibu rumah tangga, Negosiasi, Beban ganda,
Normalisasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perempuan pekerja, Ibu rumah tangga, Negosiasi, Beban ganda, Normalisasi. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 05:35 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 05:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
