Kanaya, Shazia (2026) INTERNALISASI NILAI KELUARGA SEBAGAI FAKTOR PEMBENTUK TOXIC RELATIONSHIP PADA MAHASISWA PERANTAU: STUDI KASUS MAHASISWA PERANTAU DI TEMBALANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA693 SKRIPSI FIX SHAZIA KANAYA 13040222140143 ok_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA693 SKRIPSI FIX SHAZIA KANAYA 13040222140143 ok_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA693 SKRIPSI FIX SHAZIA KANAYA 13040222140143 ok_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA693 SKRIPSI FIX SHAZIA KANAYA 13040222140143 ok_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA693 SKRIPSI FIX SHAZIA KANAYA 13040222140143 ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Mahasiswa perantau menghadapi berbagai perubahan sosial selama menjalani
kehidupan di lingkungan baru, sehingga hubungan romantis sering menjadi sumber
utama dukungan emosional. Dalam kondisi tersebut, sebagian mahasiswa tetap
bertahan dalam hubungan yang tidak sehat karena dipengaruhi oleh nilai-nilai yang
telah terinternalisasi sejak proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Penelitian ini
bertujuan mengkaji proses internalisasi nilai keluarga pada mahasiswa perantau di
Tembalang, Semarang, serta menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut
membentuk toxic relationship dalam hubungan romantis. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dianalisis
menggunakan Teori Konstruksi Sosial Realitas Berger dan Luckmann (1966) untuk
menjelaskan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi nilai keluarga,
dipadukan dengan Teori The Four Horsemen Gottman (1994) sebagai kerangka
mengidentifikasi bentuk konkret pola komunikasi destruktif. Informan penelitian
berjumlah delapan mahasiswa perantau yang dipilih melalui purposive sampling.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan
dokumentasi, dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana
(2014). Hasil penelitian menunjukkan nilai keluarga, berupa pola komunikasi
tertutup, pengelolaan emosi yang menekankan sikap mengalah, serta pandangan
yang mengutamakan mempertahankan hubungan terbentuk melalui praktik yang
terus diulang dalam keseharian (eksternalisasi), dianggap sebagai kenyataan yang
wajar dan seharusnya (objektivasi), hingga diserap sebagai bagian dari diri
informan (internalisasi). Nilai yang telah terinternalisasi ini kemudian
dieksternalisasi kembali dalam hubungan romantis, membentuk empat pola toxic
relationship yang saling memperkuat: silent treatment sebagai penghindaran
(stonewalling), kontrol yang dimaknai perhatian sebagai penghinaan (contempt),
manipulasi emosional dan normalisasi kebohongan sebagai sikap defensif
(defensiveness), serta ketergantungan emosional yang memperberat ketiganya di
tengah keterbatasan dukungan keluarga selama perantauan. Penelitian ini juga
menemukan adanya jarak antara kesadaran informan terhadap hubungan tidak sehat
dan kemampuan mereka mengubah pola tersebut, meski satu kasus menunjukkan
pola relasional yang terinternalisasi tidak bersifat mutlak. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa toxic relationship pada mahasiswa perantau merupakan hasil
dari siklus internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi nilai keluarga yang terus
diperkuat oleh kondisi sosial di lingkungan perantauan.
Kata Kunci: Internalisasi Nilai Keluarga. Toxic Relationship. Mahasiswa
Perantau.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Internalisasi Nilai Keluarga. Toxic Relationship. Mahasiswa Perantau. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 05:10 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 05:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61323 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
