Rosari, Maria Haning (2026) Menari di Atas Stigma: Menelusuri Dinamika Regenerasi Gandrung di Desa Kemiren. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA695 Maria Haning Rosari (1) 13040222130058 OK_1.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
SA695 Maria Haning Rosari (1) 13040222130058 OK_2.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
SA695 Maria Haning Rosari (1) 13040222130058 OK_3.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
SA695 Maria Haning Rosari (1) 13040222130058 OK_4.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
SA695 Maria Haning Rosari (1) 13040222130058 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Desa Kemiren, Banyuwangi merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai
pusat kebudayaan Suku Osing, termasuk kesenian Gandrung. Meskipun Gandrung
telah menjadi bagian dari identitas budaya Banyuwangi, para penarinya masih
menghadapi stigma sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk
memahami pembentukan stigma terhadap penari Gandrung serta pengaruhnya
terhadap proses regenerasi Gandrung di Desa Kemiren. Penelitian ini
menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih
secara purposive sampling, meliputi Gandrung, penari Gandrung muda, mantan
penari, dan pengamat seni. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori
stigma Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terbentuk
dan terus diwariskan melalui interaksi sosial serta cerita yang berkembang di
masyarakat. Penari Gandrung sering dikaitkan dengan minuman keras, hiburan
malam, dan kedekatan dengan laki-laki. Pandangan tersebut menciptakan
kesenjangan antara identitas yang dilekatkan masyarakat dengan pengalaman
nyata para penari. Para penari merespons stigma melalui penerimaan, negosiasi,
dan disclosure. Di sisi lain, keterbukaan mengenai pengalaman menjadi Gandrung
membuat generasi muda semakin menyadari risiko sosial yang mungkin dihadapi.
Hal ini memunculkan rasa takut, keraguan, dan ketidaksiapan pada sebagian calon
penari untuk melanjutkan peran sebagai Gandrung. Dengan demikian, stigma
tidak hanya memengaruhi penari yang telah aktif, tetapi juga menjadi salah satu
pertimbangan generasi muda dalam keterlibatan mereka dan turut memengaruhi
keberlanjutan regenerasi Gandrung di Desa Kemiren.
Kata kunci: Gandrung, stigma sosial, identitas, regenerasi, Desa Kemiren.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Desa Kemiren, Banyuwangi merupakan salah satu wilayah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Suku Osing, termasuk kesenian Gandrung. Meskipun Gandrung telah menjadi bagian dari identitas budaya Banyuwangi, para penarinya masih menghadapi stigma sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan stigma terhadap penari Gandrung serta pengaruhnya terhadap proses regenerasi Gandrung di Desa Kemiren. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi Gandrung, penari Gandrung muda, mantan penari, dan pengamat seni. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori stigma Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terbentuk dan terus diwariskan melalui interaksi sosial serta cerita yang berkembang di masyarakat. Penari Gandrung sering dikaitkan dengan minuman keras, hiburan malam, dan kedekatan dengan laki-laki. Pandangan tersebut menciptakan kesenjangan antara identitas yang dilekatkan masyarakat dengan pengalaman nyata para penari. Para penari merespons stigma melalui penerimaan, negosiasi, dan disclosure. Di sisi lain, keterbukaan mengenai pengalaman menjadi Gandrung membuat generasi muda semakin menyadari risiko sosial yang mungkin dihadapi. Hal ini memunculkan rasa takut, keraguan, dan ketidaksiapan pada sebagian calon penari untuk melanjutkan peran sebagai Gandrung. Dengan demikian, stigma tidak hanya memengaruhi penari yang telah aktif, tetapi juga menjadi salah satu pertimbangan generasi muda dalam keterlibatan mereka dan turut memengaruhi keberlanjutan regenerasi Gandrung di Desa Kemiren. Kata kunci: Gandrung, stigma sosial, identitas, regenerasi, Desa Kemiren. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 04:28 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 04:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61318 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
