Zahirah, Zahra Az (2026) PEMBAGIAN KERJA DALAM RITUAL NGALAKSA MELALUI PERSPEKTIF GENDER: MASYARAKAT ADAT BADUY LUAR, DESA KANEKES, KECAMATAN LEUWIDAMAR, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA696 SKRIPSI FINAL FULL_Zahra Az Zahirah 13040221130068 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA696 SKRIPSI FINAL FULL_Zahra Az Zahirah 13040221130068 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA696 SKRIPSI FINAL FULL_Zahra Az Zahirah 13040221130068 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA696 SKRIPSI FINAL FULL_Zahra Az Zahirah 13040221130068 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA696 SKRIPSI FINAL FULL_Zahra Az Zahirah 13040221130068 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Ritual Ngalaksa merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat adat Baduy
yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi sekaligus
bentuk penghormatan kepada Nyi Pohaci Sang Hyang Asri (Dewi Padi) sebagai
simbol sumber kehidupan. Di balik makna spiritualnya, ritual ini memperlihatkan
adanya pembagian kerja berbasis gender yang telah diwariskan secara turuntemurun dan menjadi bagian dari tatanan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis praktik pembagian kerja dalam ritual Ngalaksa melalui
perspektif gender serta memahami pandangan masyarakat Baduy Luar terhadap
adanya pembagian peran tersebut dalam kehidupan sosial dan budaya mereka.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data
diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis menggunakan model analisis triangulasi data dengan teori
sexual division of labour dari Henrietta L. Moore sebagai landasan analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memegang peranan
dominan dalam ritual Ngalaksa, mulai dari menumbuk hingga mengolah beras
menjadi tepung, sedangkan laki-laki bertanggung jawab pada tahapan yang
berkaitan dengan kepemimpinan adat, doa, dan teke. Masyarakat Baduy Luar
memandang pembagian tersebut sebagai bentuk kerja sama yang saling melengkapi
dan didasarkan pada ketentuan adat, bukan sebagai relasi yang menempatkan salah
satu gender lebih tinggi dari yang lain. Namun, melalui perspektif Henrietta L.
Moore, pembagian kerja tersebut memperlihatkan adanya reproduksi konstruksi
gender yang membedakan ruang kerja, kewenangan, dan otoritas simbolik antara
laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ritual Ngalaksa tidak
hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya dan nilai spiritual masyarakat
Baduy Luar, tetapi juga menjadi media yang mereproduksi sekaligus
mempertahankan konstruksi gender dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kata kunci: Baduy Luar, ritual Ngalaksa, gender, pembagian kerja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Baduy Luar, ritual Ngalaksa, gender, pembagian kerja. |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 04:12 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 04:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
