Fitriyani, Anisa (2026) Produksi Struktur Sosial dalam Praktik Pernikahan Dini Berdasarkan Perspektif Pierre Bourdieu: Studi Kasus di Desa Jambangan Kec. Geyer, Grobogan. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA697 Anisa Fitriyani_Revisi Skripsi 13040222140081 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA697 Anisa Fitriyani_Revisi Skripsi 13040222140081 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA697 Anisa Fitriyani_Revisi Skripsi 13040222140081 OK_3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA697 Anisa Fitriyani_Revisi Skripsi 13040222140081 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA697 Anisa Fitriyani_Revisi Skripsi 13040222140081 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaiman praktik pernikahan dini di Desa Jambangan,
Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan dopertahanan dan diproduksi melalui,
hubungan natara habitus, modal sosial, modal simbolik dan area sosial dalam
kehidupan masyarakat. Menggunakan perspektif Pierre Bourdieu, penelitian ini
beranagkat dari asumsi bahwa pernikahan dini bukan sekadar keputusan peribadi,
melainakan praktik sosial yang dibentuk oleh struktur sosial yang bekerja secara
halus tanpa aksaan langsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendektan deskriptif analitik. Data dikumpulkan memalui wawancara mendalam,
observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap informan kunci yang meliputi
pelaku pernikahan dini, orang tua dan sesepuh desa. Keabsahan data dijaga melalui
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan dua
temuan utama. Pertama, praktik pernikahan dini di Desa Jambangan direproduksi
melalui distribusi modal simbolik aktor-aktor lokal sesepuh desa, tokoh agama, dan
orang tua yang posisinya dalam arena sosial membuat pandangan mereka diterima
sebagai kebenaran tanpa perlu digugat. Habitus yang terbentuk melalui pengalaman
sosial yang berlangsung secara terus-menerus membuat pernikahan dini dipandang
sebagai pilihan yang wajar dan rasional, bahkan oleh mereka yang menjalaninya
dengan berat hati. Kedua, para pelaku memaknai pernikahan secara beragam,
sebagai harapan yang dipinjam dari lingkungan, sebagai beban yang
dipindahtangankan, sebagai jalan keluar dari situasi yang sudah terlanjur, sebagai
penanda waktu yang sudah tiba, maupun sebagai sesuatu yang bergerak dari
terpaksa menjadi dijalani. Keragaman pemaknaan ini justru menunjukkan cara
kerja dominasi simbolik bukan karena semua orang dipaksa, melainkan karena
menikah muda adalah satu-satunya jalan yang tampak masuk akal dalam sistem
nilai yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pernikahan dini di Desa
Jambangan tidak bertahan karena ada yang memerintahkan, melainkan karena tidak
ada yang merasa perlu mempertanyakannya.
Kata kunci: pernikahan dini, habitus, modal simbolik, arena sosial, Bourdieu,
reproduksi sosial, Desa Jambangan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pernikahan dini, habitus, modal simbolik, arena sosial, Bourdieu, reproduksi sosial, Desa Jambangan |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 03:59 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 03:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
