HANDARBENI, ZAHRA WURI (2023) PENGGUNAAN MIKROKAPSUL Bacillus altitudinis DALAM MENGHAMBAT VIBRIOSIS YANG MENGINFEKSI UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) (23da538). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Zahra Wuri Handarbeni 23da538 FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Masalah utama dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei)
adalah infeksi penyakit Vibriosis yang mampu menyebabkan kematian massal.
Vibriosis dapat diakibatkan oleh bakteri Vibrio alginolyticus. Bakteri asosiasi spons
dipilih sebagai alternatif penggunaan antibiotik dalam menghambat Vibriosis.
Bakteri asosiasi yang mengandung antibakteri alami dan ramah lingkungan dapat
ditemukan pada Bacillus altitudinis. Bakteri B. altitudinis berkepadatan 108
CFU/mL dilakukan proses mikroenkapsulasi dengan bahan penyalut kitosan agar
kandungan senyawa bioaktif dan viabilitas bakteri tetap terjaga stabil. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi mikrokapsul bakteri B. altitudinis
melalui media air terhadap udang vaname yang diinfeksi bakteri patogen V.
alginolyticus. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan
model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.
Perlakuan meliputi perlakuan A (pemberian mikrokapsul 0 g/L), perlakuan B
(pemberian mikrokapsul 0,5 g/L), perlakuan C (pemberian mikrokapsul 1 g/L), dan
perlakuan D (pemberian mikrokapsul 1,5 g/L). Udang dipelihara selama 21 hari,
yakni 7 hari aklimatisasi, 7 hari perlakuan pemberian mikrokapsul, dan 7 hari pasca
uji tantang. Uji tantang dilakukan dengan menginjeksi 0,02 mL V. alginolyticus
berkepadatan 105 CFU/mL pada hari ke-8. Parameter yang diukur adalah laju
pertumbuhan spesifik (SGR), jumlah total hemosit (THC), dan kelulushidupan (SR)
serta pengamatan terhadap gejala klinis dan kualitas air. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian mikrokapsul B. altitudinis ke dalam media air
berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap parameter laju pertumbuhan spesifik, jumlah
hemosit total, dan kelulushidupan tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) pada
perlakuan B (0,5 g/L) parameter laju pertumbuhan spesifik. Gejala klinis udang
yang terinfeksi V. alginolyticus mengalami pemulihan setelah diberi perlakuan dan
kualitas air dalam kondisi normal. Hasil dosis terbaik ditunjukkan oleh perlakuan
D (1,5 g/L) yang menghasilkan nilai tertinggi pada seluruh parameter, yakni laju
pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 0,30 %/hari, jumlah hemosit total (THC)
sejumlah 3,98 x 107 sel/ml dan kelulushidupan sebesar 60%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | B. altitudinis, Mikroenkapsulasi, Udang vaname, V. alginolyticus. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 06:49 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 06:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61223 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
