Search for collections on Undip Repository

EFEK PEMBERIAN DOSIS RENDAH ROKURONIUM TERHADAP GERAKAN BOLA MATA INVOLUNTER/TIDAK TERKONTROL SAAT INDUKSI ANESTESI UMUM PADA OPERASI MATA

Siahaan, Johanna and Mochamat, Mochamat and Pramadika, Taufan (2026) EFEK PEMBERIAN DOSIS RENDAH ROKURONIUM TERHADAP GERAKAN BOLA MATA INVOLUNTER/TIDAK TERKONTROL SAAT INDUKSI ANESTESI UMUM PADA OPERASI MATA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of EFEK PEMBERIAN DOSIS RENDAH ROKURONIUM TERHADAP GERAKAN BOLA MATA INVOLUNTER/TIDAK TERKONTROL SAAT INDUKSI ANESTESI UMUM PADA OPERASI MATA] Text (EFEK PEMBERIAN DOSIS RENDAH ROKURONIUM TERHADAP GERAKAN BOLA MATA INVOLUNTER/TIDAK TERKONTROL SAAT INDUKSI ANESTESI UMUM PADA OPERASI MATA)
Hasil ANN Johanna 26.05.2026-5-6.pdf

Download (231kB)

Abstract

Latar belakang: Gerakan bola mata involunter selama prosedur operasi mata dengan anestesi umum menjadi tantangan klinis yang mengganggu visualisasi lapangan bedah dan dapat meningkatkan risiko komplikasi iatrogenik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian rokuronium dosis rendah (0,1 mg/kg) pada anestesi umum terhadap frekuensi dan derajat gangguan posisi bola mata selama operasi mata singkat.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain uji klinis acak terbuka pasien yang menjalani operasi phacoemulsification dan ECCE di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Terdapat dua kelompok penelitian, yaitu kelompok A yang menerima sevofluran
MAC 2 tanpa NMBA, dan kelompok B yang diberi sevofluran MAC 2 ditambah rokuronium 0,1 mg/kg secara intravena. Sampel penelitian terdiri dari pasien dewasa ASA I–II dengan IMT 18 – 26. Pasien yang memiliki riwayat alergi rokuronium dan gangguan neuromuskular diekslusi dari sampel. Variabel yang
dinilai adalah gerakan dan posisi bola mata selama prosedur, efek samping, dan skor kepuasan dokter mata. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Pearson chi-square untuk membandingkan perbedaan antar kelompok.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 98 pasien. Kelompok rokuronium (n=49) tidak mengalami gerakan bola mata involunter dan seluruh pasien menunjukkan posisi
bola mata medial. Pada kelompok kontrol (n=49), 59,2% mengalami gerakan bola mata ke arah inferior dan 40,8% ke arah superior (p<0,001). Skor kepuasan dokter berbeda bermakna antara kedua kelompok (p<0,001). Efek samping tidak berbeda signifikan antar kelompok (p=0,570).
Kesimpulan: Pemberian rokuronium dosis rendah (0,1 mg/kg) pada anestesi umum efektif mencegah gerakan bola mata involunter selama prosedur phacoemulsification dan ECCE.
Kata kunci: extracapsular cataract extraction, gerakan bola mata involunter, phacoemulsification, rokuronium, anestesi umum

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: extracapsular cataract extraction, gerakan bola mata involunter, phacoemulsification, rokuronium, anestesi umum
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 21 Sep 2026 02:48
Last Modified: 21 Sep 2026 02:48
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61204

Actions (login required)

View Item View Item