Nugrahaini, Ulyshikha Maulida (2026) REPRESENTASI BUDAYA BALI DALAM FILM MADE IN BALI KARYA JOHAR PRAYUDHI (J.P. YUDHI): KAJIAN SEMIOTIKA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2556 Ulyshikha Maulida Nugrahaini 13010122140159 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SI2556 Ulyshikha Maulida Nugrahaini 13010122140159 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2556 Ulyshikha Maulida Nugrahaini 13010122140159 OK_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2556 Ulyshikha Maulida Nugrahaini 13010122140159 OK_4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2556 Ulyshikha Maulida Nugrahaini 13010122140159 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (32MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif film Made in Bali karya Johar
Prayudhi (J.P. Yudhi) yang meliputi pelaku cerita, hubungan ruang dan waktu, serta
struktur tiga babak, dan menganalisis representasi budaya Bali dalam film tersebut
melalui tanda visual dan verbal berdasarkan relasi penanda dan petanda menurut
semiotika Roland Barthes. Teori yang digunakan ialah teori struktur naratif film Himawan
Pratista dan teori semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi, dan mitos.
Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat
cakap (SBLC) yang dilanjutkan teknik catat, serta teknik pustaka dan dokumentasi untuk
memperoleh data teoretis dan data berupa adegan film. Analisis data dilakukan melalui
empat tahap, yaitu analisis struktur naratif, identifikasi dan klasifikasi tanda visual dan
verbal, analisis semiotik pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos, serta penafsiran
keterkaitan antara struktur naratif dan sistem tanda, sedangkan hasil penelitian disajikan
secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif film Made
in Bali dibangun secara linier melalui pola tiga babak yang memperkuat gagasan bahwa
kehidupan tokoh utama, Made, seolah telah ditentukan oleh tradisi dan warisan keluarga.
Konflik antartokoh diperkuat melalui penggunaan ruang, seperti sanggar wayang yang
melambangkan warisan keluarga, serta kamar Niluh dan pantai sebagai ruang
penyampaian keinginan pribadi tokoh. Hasil analisis semiotika mengungkap bahwa
representasi budaya Bali dibangun melalui tiga unsur utama, yaitu sistem religi, kesenian,
serta kekerabatan dan golongan sosial. Unsur religi direpresentasikan melalui praktik
ibadah, seperti busana sembahyang, banten, dan melukat, yang pada tingkat mitos
membentuk keyakinan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan menjadi landasan
kehidupan masyarakat Bali. Unsur kesenian direpresentasikan melalui wayang, tari
tradisional, dan gamelan yang menunjukkan pewarisan nilai antargenerasi serta
keyakinan bahwa anak laki-laki berkewajiban melanjutkan tradisi leluhur. Unsur
kekerabatan dan golongan sosial tampak melalui keluarga dan sistem perjodohan yang
memosisikan pelestarian tradisi sebagai warisan leluhur. Penelitian ini juga menunjukkan
adanya negosiasi antara tradisi dan modernitas pada unsur kesenian melalui perpaduan
wayang kulit tradisional dengan karakter bergaya anime Jepang, sedangkan unsur religi
dan kehidupan sosial tetap dipertahankan secara kuat.
Kata kunci: struktur naratif, semiotika Roland Barthes, representasi budaya, mitos,
film Made in Bali
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | struktur naratif, semiotika Roland Barthes, representasi budaya, mitos, film Made in Bali |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:53 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 04:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/61196 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
